PENGARUH JENIS KAKAO DAN KOMBINASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP INDUKSI EMBRIO SOMATIK SECARA IN VITRO

Effect of Cocoa Type and Combination of Plant Growth Regulator on

Somatic Embrio Induction in Vitro

Zuyasna, Erida Nurahmi, dan Rahmi Fajri

email: zuyasna@gmail.com

 

ABSTRACT

In an effort to increase the productivity of cocoa in Aceh, the government has carried out a cocoa plantation revitalization program for plants aged 25-30 years. The revitalization effort was constrained by the unavailability of quality seedlings. Alternatively, cocoa seedlings can be made available through vegetative propagations or through tissue culture techniques. Based on those facts, we have studied the inducing of callus and somatic embryos of cacao clones that were adaptive and highly productive in Aceh. The experiment was arranged in a completely randomized design, consisted of two factors. The first factor was the cacao genotype, having red and green fruits skin. The second factor consisted of six combinations of growth regulators 2,4-D and kinetin. The results showed that genotype of explants origin from cocoa red flowers responded very well in the formation of callus and somatic embryo formation. There was a significant interaction between genotype and growth regulator combinations on the explants in the number of somatic embryos formed. The best combination of concentrations growth regulator in response to somatic embryo in SCG (Secondary Callus Growth) medium was 3 mgL-1 2,4 D and 1 mgL-1 kinetin for explants from cocoa red flowers, and 1 mgL-1 2,4 D and 0 mgL-1 kinetin for explants origin from cacao green flowers.

Keywords: kinetin, 2,4-D, cacao, callus, somatic embryo


PENDAHULUAN

Dalam upaya meningkatkan produktivitas kakao di Aceh, pemerintah melakukan program revitalisasi perkebunan kakao yang berumur 25 – 30 tahun. Upaya revitalisasi tersebut terkendala dengan ketersediaan bibit yang bermutu. Secara konvensional pengadaan bibit kakao terkendala akibat sulitnya mendapatkan bibit berkualitas dalam jumlah besar dengan kurun waktu singkat. Perbanyakan tanaman kakao sampai saat ini umumnya dilakukan secara generatif (75-90%) melalui benih hibrida F1. Perbanyakan secara generatif melalui benih relatif lebih mudah, tetapi tanaman yang dihasilkan mempunyai sifat yang tidak seragam (Maximova et al., 2002). Perbanyakan secara vegetatif lebih sulit dibandingkan dengan perbanyakan secara generatif, namun tanaman yang dihasilkan lebih seragam. Tanaman kakao yang berasal dari perbanyakan vegetatif (10-25%) pada umumnya diperoleh melalui metode setek, sambung, dan okulasi (Winarsih et al., 2003).

Bibit kakao asal perbanyakan vegetatif sampai saat ini belum dapat memenuhi permintaan dalam jumlah besar, karena sangat dibatasi oleh jumlah tunas dan cabang yang disetek, sambung dan okulasi. Sebagai tindakan alternatif, pengadaan bibit kakao secara vegetatif adalah melalui teknik kultur jaringan atau kultur in vitro.. Keunggulan perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan adalah sangat dimungkinkan mendapatkan bahan tanaman dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kultur jaringan merupakan suatu metode mengisolasi bagian tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dalam kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali (Gunawan,1992). Teori dasar dari kultur in vitro adalah totipotensi. Teori ini menyatakan bahwa setiap bagian tanaman mampu berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya (Hendaryono & Wijayani, 1994). Salah satu teknik kultur jaringan yang berkembang dan banyak dimanfaatkan untuk perbanyakan serta kegiatan Bioteknologi dalam rangka mendapatkan tanaman transgenik adalah melalui pembentukan embrio somatik.

Embriogenesis somatik (Somatic embryogenesis) merupakan teknik untuk menghasilkan embrio dari jaringan tanaman, seperti jaringan pada bunga (staminodia dan petala), kotiledon, atau dari jaringan muda lainnya melalui kultur jaringan. Perbanyakan melalui somatic embryogenesis (SE) menggunakan eksplan staminodia dan petala pada kakao dapat dipergunakan pada berbagai genotipe kakao dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Di samping itu, pengembangan melalui teknik SE adalah upaya untuk mendapatkan tanaman bebas penyakit dan mengeliminasi virus, serta untuk tujuan konservasi plasma nutfah (Tan & Furtek, 2004). Jenis eksplan kakao yang sudah diteliti daya regenerasinya antara lain daun muda, nuselus, embriozigotik muda biji kakao dan seluruh bagian-bagian bunga termasuk antera (Li et al., 1998).

Beberapa penelitian kultur jaringan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia telah dilakukan untuk menghasilkan bibit kakao hasil kultur jaringan melalui proses regenerasi embriogenesis somatik (Winarsih et al., 2003). Beberapa penelitian lain juga mengembangkan perbanyakan dan regenerasi klon kakao melalui induksi embrio somatik (Zuyasna, 2012; Zuyasna & Siti Hafsah, 2013; Zuyasna et al., 2013).

Dalam kultur jaringan, dua golongan zat pengatur tumbuh yang sangat penting adalah auksin dan sitokinin (Gunawan, 1992). Pengaruh auksin terhadap perkembangan sel menunjukkan bahwa auksin dapat meningkatkan sintesis protein. Dengan adanya peningkatan sintesis protein, maka dapat digunakan sebagai sumber tenaga dalam pertumbuhan. Kinetin adalah kelompok sitokinin yang berfungsi untuk pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis. Dalam pertumbuhan jaringan, sitokinin bersama-sama dengan auksin memberikan pengaruh interaksi terhadap diferensiasi jaringan (Sriyanti & Wijayani, 1994). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan penelitian tentang pengaruh genotipe kakao dan kombinasi konsentrasi 2,4 D dan kinetin terhadap pertumbuhan embrio somatik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: