KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS UNGGUL KEDELAI DI ACEH BESAR

The Performance of Growth and Yield Component of Soybean Varieties

in AcehBesar

Bakhtiar, Taufan Hidayat, Yadi Jufri, dan Suwayda Safriati

email: bakhtiar_fp@unsyiah.ac.id.

ABSTRACT

Soybean is an important food for national food security. Many soybean varieties have been released by the government, but only few were adopted by farmers. The purpose of this study was to identify superior soybean varieties that are adaptive in Aceh Besar, Aceh Province. The experiment was conducted in Village Limpok, Aceh Besar during dry season in 2013 and arranged in a randomized block design with 3 replications. The result showed that variety Kaba and Detam had very good vegetative growth performance. The fastest flowering varieties were Detam and Burangrang, while variety Gema, Tanggamus, and Orba were the slowest flowering. Variety Kaba and Orba had the highest productive node, while the least was Grobogan. Variety Kaba, Kipas Merah Bireuen, and Orba had the most productive branches, while local variety Bener Meriah and Grobogan had the least productive branches. Grobogan had the greatest seed size, followed by Burangrang and Anjasmoro. Kipas Merah Bireuen and Sinabung had the highest seed weight per plant but having the smallest seeds. Sinabung was the most adaptive in Aceh Besar.

Keywords: adaptation, soybeans, varieties


PENDAHULUAN

Kedelai menjadi komoditi strategis nasional dan setiap tahun Indonesia mengimpor komoditi tersebut karena pasokan dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan yang selalu meningkat. Berkembangnya industri pangan dan pakan berbahan baku kedelai disertai dengan pertumbuhan penduduk mengakibatkan permintaan kedelai di Indonesia meningkat tajam. Di lain pihak, produksi dalam negeri cenderung menurun sehingga defisit kedelai terus meningkat. Hal ini membuat Indonesia makin tergantung pada kedelai impor, oleh karena itu perlu adanya peningkatan produksi kedelai secara berkelanjutan.

Peningkatan produksi melalui perbaikan produktivitas masih cukup terbuka mengingat masih terdapat senjang hasil yang lebar antara produktivitas yaitu sekitar 1,3 t/ha di tingkat petani, dibandingkan dengan produktivitas hasil penelitian yang mencapai 1,7–3,2 t/ha (Marwoto, 2010). Terdapat beberapa kendala dalam usaha peningkatan produksi kedelai di antaranya adalah terbatasnya varietas unggul yang beradaptasi pada kondisi agroekosistem yang sangat beragam dan teknologi budidaya belum diterapkan petani secara optimal. Varietas unggul sangat menentukan tingkat produktivitas tanaman dan merupakan komponen teknologi yang relatif mudah diadopsi petani untuk peningkatan produksi menuju swasembada kedelai.

Pengembangan kedelai di Kabupaten Aceh Besar pada lahan yang selama ini belum termanfaatkan dengan optimal dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi masalah swasembada kedelai. Pada tahun 2013, Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian telah menetapkan Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu daerah pengembangan kedelai Indonesia. Namun demikian, pengembangan kedelai di Aceh Besar terkendala akibat petani belum terbiasa membudidayakan kedelai secara intensif serta sulitnya mendapatkan varietas unggul yang adaptif dan teknologi budidaya kedelai yang sesuai.

Varietas unggul kedelai sudah banyak dilepas oleh pemerintah, namun belum banyak dari varietas-varietas tersebut yang diadopsi oleh petani (Rozi dan Heriyanto, 2012). Varietas-varietas unggul tersebut memiliki keragaman potensi hasil, umur panen, ukuran biji, warna biji, dan wilayah adaptasi. Umumnya varietas tersebut berdaya hasil tinggi, berumur genjah, percabangan banyak, batang kokoh (tidak rebah), polong tidak mudah pecah pada cuaca panas, biji agak besar (13 g/100 biji) dan bulat (Arsyad et al., 2007). Mengingat beragamnya agroekologi pertanaman, maka varietas unggul tersebut perlu diperkenalkan dan diadaptasikan untuk menentukan varietas yang cocok untuk dikembangkan pada lingkungan dan masyarakat setempat serta ditunjang dengan paket teknologi yang sinergis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas kedelai unggul yang adaptif di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: