PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

Effects of Growth Media Composition and Foliar Fertilizer Concentration on Growth and Yield of Lettuce (Lactuca sativa L.)

Endra Syahputra, Marai Rahmawati, dan Said Imran

Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala,

Banda Aceh, Indonesia. email: mr_wati@yahoo.com

 

ABSTRACT

This study was aimed at determining the appropriate growing medium composition and foliar fertilizer concentration and their interaction on growth and yield of lettuce. The experiment was arranged in a randomized complete block design (RCBD), consisting of two factors, i.e. the growing media composition and foliar fertilizer concentration. The first factor consisted of the composition of the soil and manure by volume ratio (3:1, 3:2, and 3:3) and the second factor consisted of foliar fertilizer concentrations (0, 2, 4 mL/L of water ). The results showed that the growing media composition soil+manure (3:3) was the best in increasing crop height, leaves number, leaf length, leaf width and yield at 35 day after planting, while the best concentration for those parameters was 4 mL/L of water. Based on the interaction, the best leaf number of lettuce was found at growing media composition soil+manure (3:3) with the concentration of foliar fertilizer 4 mL/L of water.

Keywords: lettuce, growing medium, foliar fertilizer, manure

PENDAHULUAN

Permintaan sayuran di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi dan pola makan yang seimbang. Di masa mendatang sangat memungkinkan selada dapat menjadi komoditas komersial mengingat permintaan selada terus meningkat sejalan banyaknya restoran, hotel serta tempat yang menyediakan jenis masakan tradisional dan asing. Menurut Sunarjono (2007), di Indonesia selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial karena daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas di pusat produsen sayuran seperti Cipanas, Pengalengan, dan Lembang di Jawa Barat.

Tanaman selada bukan merupakan sayuran asli Indonesia. Selada berasal dari Asia Barat yang kemudian menyebar di Asia dan negara-negara beriklim sedang dan panas. Beberapa negara telah mengembangkan dan membuat varietas unggul tanaman selada di antaranya Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Belanda (Rukmana, 1994).

Tanaman selada umumnya dimakan mentah ataupun disajikan sebagai penghias hidangan. Daunnya mengandung vitamin A, B, dan C yang berguna untuk kesehatan tubuh (Sunarjono, 2007). Menurut Harjono (2001), tanaman selada memiliki fungsi sebagai zat pembangun tubuh, dengan kandungan zat gizi dan vitamin yang cukup banyak dan baik untuk kesehatan masyarakat.

Tanaman selada di Indonesia ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan mempertimbangkan pemilihan varietas yang cocok dengan lingkungan tempat tumbuhnya (Rukmana, 1994). Varietas tanaman selada yang dapat tumbuh di dataran rendah lebih sedikit dibandingkan varietas yang cocok ditanam di dataran tinggi. Varietas yang tahan terhadap suhu panas di antaranya Kaiser, Ballade, Sunshine dan Gemini. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang tumbuh di dataran rendah, diperlukan media tanam yang tepat serta ketersediaan unsur hara yang cukup.

Menurut Agoes (1994), media tanam berfungsi sebagai tempat melekatnya akar, juga sebagai penyedia hara bagi tanaman. Campuran beberapa bahan untuk media tanam harus menghasilkan struktur yang sesuai karena setiap jenis media mempunyai pengaruh yang berbeda bagi tanaman. Sejalan dengan pendapat Suteja dan Kartasapoetra (1992) bahwa media tanam dapat diperbaiki dengan pemberian bahan organik seperti kompos, pupuk kandang atau bahan organik lain.

Tanah yang berstruktur remah sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena di dalamnya mengandung bahan organik yang merupakan sumber ketersediaan hara bagi tanaman (Dwidjoseputro, 1998). Kadar humus dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik yang berasal dari pupuk kandang untuk mendorong populasi mikrobia di dalam tanah menjadi jauh lebih banyak dibandingkan jika yang diberikan pupuk kimia buatan (Lingga, 1998 dan Sunanto, 2002). Sementara itu pupuk kandang mengandung hara yang lebih sedikit dibandingkan dengan pupuk kimia buatan, akan tetapi memiliki kelebihan dapat mempertinggi humus, memperbaiki struktur tanah dan mendorong populasi mikroba di dalam tanah. Selain media tanam yang baik, pemupukan juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesediaan hara bagi tanaman.

Pemupukan dapat dilakukan baik melalui tanah maupun daun. Pemupukan melalui tanah sering mengakibatkan unsur hara yang diberikan melalui tanah sering terfiksasi, tercuci dan adanya interaksi dengan tanah, sehingga unsur hara tersebut relatif sedikit tersedia bagi tanaman (Nyakpa dan Hasinah, 1985). Sedangkan pemberian pupuk melalui daun memberikan pengaruh yang cepat terhadap pertumbuhan tanaman, penghematan pemakaian pupuk dan tidak menimbulkan kerusakan pada tanah jika aplikasinya dilakukan dengan baik (Novizan, 2005).

Pupuk daun yang digunakan dalam penelitian ini berupa pupuk daun Groprint yaitu pupuk daun anorganik yang pengaplikasiannya melalui penyemprotan ke daun. Pupuk ini mengandung unsur hara makro N (4,7%), P (0,95%), K (8,05%) dan unsur hara mikro lainnya. Konsentrasi pupuk daun Groprint dapat membantu menyuburkan daun, mencegah daun berkerut dan meningkatkan hasil panen. Pupuk daun juga dapat memulihkan keadaan tanaman yang tidak sehat karena kekurangan unsur hara.

Oleh karena itu, untuk mengetahui komposisi media tanam yang sesuai dan konsentrasi pupuk daun Groprint yang tepat serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, maka perlu dilakukan penelitian ini untuk memecahkan permasalahan di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: