KAJIAN WARNA BUAH DAN UKURAN BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) VARIETAS GAYO 1

Study of Fruit Color and Seed Size on Seed Viability of Arabica Coffee (Coffea arabica L.) Variety Gayo 1

Cut Nur Ichsan, Agam Ihsan Hereri, dan Lina Budiarti

ABSTRACT

The purpose of this study was to examine seed viabilities of Arabica Coffee, variety Gayo 1 which was different in color of the fruits and in size of the seeds. The study was also aimed at examining interactions between fruit color and seed size on seed viabilities. Experiment was arranged in a randomized complete block design with three replications. Factors studied were 1) fruit color consisted of three levels, namely, bright red, dark red, and yellowish green and 2) seed size consisted of large seeds, medium, small. Results showed that fruit color significantly affected germination rate, seedling growth rate, prompt germination, the time required to reach 50% germination (T50) and dry weight of normal seedlings. Seed size significantly affected germination rate, seedling growth rate, prompt germination, T50, and dry weight of normal seedlings. The best viability was found in the seeds derived from bright red fruits and small sized seeds.

Keywords: Fruit color, seed size, viability, Arabica Coffee, Gayo 1

 

PENDAHULUAN

Kopi merupakan produk tanaman perkebunan yang dibutuhkan oleh masyarakat seluruh dunia, Komoditas ini merupakan komoditas yang tetap bertahan di pasaran global dikarenakan daerah adaptasinya yang terbatas namun dibutuhkan oleh semua orang. Kopi yang mempunyai aroma dan rasa yang khas dikenal dengan nama kopi arabika, sehingga kopi ini mempunyai harga yang relatif tinggi.

Kopi dibudidayakan pertama sekali di Indonesia pada zaman Belanda adalah kopi arabika kemudian barulah masuk jenis-jenis kopi lainnya. Tanaman kopi agar dapat berkembang baik harus ditanam pada ketinggian 500-1700 m dpl dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. Tanaman ini tidak menyukai penyinaran langsung dan pH tanah yang sesuai untuk kopi berkisar antara 5-6,5 (Najiati dan Danati, 2004). Sebagian besar kopi arabika Gayo ditanam pada ketinggian 1000-1400m dpl (Elianti, Karim, dan Basri 2012). Di daerah seperti ini, kopi dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Namun demikian, untuk menghasilkan benih diperlukan per-syaratan lainnya, yaitu benih harus mempunyai potensi genetik yang baik dan dipanen tepat waktu agar memiliki kualitas fisiologis benih yang baik.

Kualitas fisiologis benih ditunjukkan oleh viabilitas dan vigor. Viabilitas adalah kemampuan tumbuh benih pada kondisi optimum. Viabilitas dapat dibagi menjadi viabilitas total, viabilitas potensial dan vigor. Viabilitas total adalah kemampuan benih untuk hidup, sedangkan viabilitas potensial adalah kemampuan benih berkecambah dan tumbuh normal pada kondisi optimum untuk menjadi tanaman yang berproduksi normal. Sedangkan vigor merupakan kemampuan tumbuh benih pada kondisi sub optimum yang dibagi ke dalam dua jenis yaitu vigor daya simpan dan vigor kekuatan tumbuh. Vigor daya simpan yaitu kemampuan benih untuk bisa disimpan lama sedangkan vigor kekuatan tumbuh adalah kemampuan tanaman untuk berproduksi normal (Sadjad, 1993).

Viabillitas dan vigor benih dipengaruhi oleh tingkat kematangan benih. Menurut Mayer dan Myber (1975), kematangan benih mem-pengaruhi daya berkecambah dan kecepatan tumbuh. Benih yang dipanen sebelum masak fisiologis belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan embrionya belum sempurna. Hal ini akan mempengaruhi viabilitas benih (Sutopo 2002). Benih yang dipanen saat buah masak fisiologis memiliki kualitas terbaik untuk dijadikan benih (Sadjad 1972).

Perubahan warna buah dapat dipakai untuk menunjukkan tingkat kemasakan benih (Kartasapoetra 1994). Menurut Pranowa dan Saefudin 2007 warna buah saat panen berpengaruh terhadap viabilitas benih. selain warna buah ukuran benih juga mempengaruhi viabilitas benih karena secara umum benih yang lebih besar mempunyai cadangan makan yang lebih banyak.

Menurut Yuniati, Suita dan Kurniati (2004), benih yang besar menghasilkan bibit yang cepat pertumbuhannya dibandingkan yang kecil. Hal ini dikarenakan benih yang besar mempunyai cadangan makanan yang lebih banyak sehingga akan menghasilkan bibit yang lebih besar.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah warna buah dan ukuran benih berpengaruh terhadap viabilitas benih kopi arabika varietas Gayo 1. Viabilitas benih yang tinggi dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan penanaman kopi di lapangan. Benih dengan viabilitas tinggi diharapkan dapat tumbuh dan berproduksi optimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: