PENGGUNAAN POLYETHYLENE GLYCOLE SEBAGAI MEDIA SIMULASI CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BEBERAPA VARIETAS BENIH KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA STADIA PERKECAMBAHAN

The Use of Polyethylene Glycole as Simulating Media of Drought Stress on Viability and Vigor of Seeds of Some Varieties of Peanut (Arachis hypogaea L.) on Germination Stadia

Halimursyadah, Agam Ihsan Hereri, dan Aira Hafnizar

ABSTRACT

This study was aimed at determining peanut varieties that are tolerant to drought stress and assessing the effectiveness of the use of PEG 4000 as a media simulation to drought stress. Experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) factorial 4 x 4, repeated three times. First factor was variety, consisted of four levels, namely Tuban, Bima, Bison and Local Aceh. Second factor was PEG concentration, consisted of 4 levels, namely control, 3.5%, 11.6%, and 18.1%. Variables measured were maximum growth potential, germination rate, relative growth rate, vigor index, germination value, root length, hypocotyl length, and seedling dry weight. The results showed that varieties exerted significant effects on maximum growth potential, germination rate, relative growth rate, root length, and hypocotyl length. PEG concentration exerted significant effects on maximum growth potential, germination rate, growth velocity, relative vigor index, germination value, root length, hypocotyl length, and seedling dry weight. There were interactions between varieties and PEG concentration on relative growth rate, root length, and hypocotyl length of groundnut seeds. Local variety of Aceh was recommended as a tolerant variety to drought stress. Bison was not tolerant to drought stress. Bima was recommended as a moderate tolerant variety to drought, while Tuban was a tolerant variety to drought.

Keyword: Arachis hypogaea L., Peanut, Polyethylene Glycole, Varieties, Viability

PENDAHULUAN

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan palawija terpenting kedua setelah kedelai dan merupakan tanaman penting bagi petani di Indonesia. Permintaan terhadap produk kacang tanah terus meningkat tiap tahunnya. Peningkatan kebutuhan kacang tanah nasional berkaitan erat dengan meningkatnya industri pangan dan pakan (Junaedi dan Wahyu, 2011).

Menurut BPS (2010), produktivitas kacang tanah di Indonesia hanya sekitar 1,3 ton ha-1. Hasil ini tergolong rendah karena potensi hasil kacang tanah bisa mencapai 2,1 ton ha-1. Rendahnya produktivitas ini dikarenakan penanaman varietas kacang tanah yang berdaya hasil rendah, serangan hama dan penyakit, atau akibat kondisi cekaman lingkungan terutama kekeringan (Riduan et al., 2005). Penggunaan varietas kacang tanah yang toleran terhadap cekaman kekeringan diharapkan dapat mengurangi penurunan hasil.

Metode alternatif yang sering digunakan untuk seleksi tanaman terhadap cekaman kekeringan adalah dengan penggunaan larutan Polyethylene glycole (PEG). Polyethylene glycole ini mampu menahan air sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman (Michel and Kaufmann, 1973). Polyethylene glycole ini larut dalam air, tidak toksik, dan tidak mudah diserap oleh tanaman (Adisyahputra et al., 2002).

Cekaman kekeringan dapat diberikan secara homogen terhadap populasi tanaman yang diseleksi dengan menggunakan PEG, sehingga PEG diduga dapat secara efektif menilai respons kacang tanah terhadap cekaman kekeringan (Adisyahputra et al., 2002).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas kacang tanah yang toleran terhadap cekaman kekeringan, serta untuk melihat keefektifan dari penggunaan PEG 4000 sebagai media simulasi terhadap cekaman kekeringan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: