DAYA HAMBAT RIZOBAKTERI KANDIDAT AGENS BIOKONTROL TERHADAP PERTUMBUHAN KOLONI PATOGEN PHYTOPHTHORA CAPSICI SECARA IN VITRO

Deterrent Ability of Rhizobacteria As Biocontrol Agent Candidates to Pathogen Phytophthora capsici Colony Growth In Vitro

Syamsuddin dan M. Abduh Ulim

 

ABSTRACT

The utilization of biocontrol agents as an alternative to synthetic pesticides becomes widespread as the increase of awareness to negative effects of synthetic pesticides. The objectives of this research were to isolate rhizobacteria from tomato plant rhizosphere and to characterize effective rhizobacteria isolates to deter growth of Phytopthora capsici colony. The rhizobacteria was isolated from healthy tomato plant rhizosphere, and then antagonism nature to pathogen was evaluated by double culture method. Deterrent ability of the rhizobacteria was measured based on resistance zone formed due to the presence of the biocontrol agents. Among 57 isolates, 18 were potential for further evaluation. Deterrent ability test of the 18 isolates resulted in 3 isolates which were very promising to be developed as biocontrol agents to control seed borne pathogens. They were RBBM36, RBBM18 and RBBM35.

Keywords: Isolate, biocontrol agents, rhizosphere, resistivity zone

PENDAHULUAN

Salah satu usaha untuk mengeliminasi patogen dan kejadian penyakit pada tanaman dapat dilakukan dengan penggunaan agens pengendali hayati yang berasal dari rizosfer tanaman. Penggunaan agens pengendalian hayati sebagai alternatif penggunaan pestisida kimia semakin banyak dikembangkan sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap dampak dari pestisida kimia tersebut. Rizobakteri yang berasal dari rizosfer tanaman yang secara biologis telah menyatu dengan ekosistemnya, mempunyai kemampuan secara spesifik untuk menekan berbagai penyakit tanaman (Yamaguchi, 1996).

Rizobakteri, merupakan bakteri saprofit yang hidup pada rizosfer dan mengkolonisasi sistem perakaran tanaman, telah dipelajari sebagai sebagai agens biokontrol untuk mengendalikan penyakit dan pemacu pertumbuhan tanaman (Plant growth Promoting Rhizobacteria) untuk meningkatkan produksi tanaman (Silva et al, 2003). Strain rizobakteri pemacu pertumbuhan tertentu telah digunakan sebagai inoculant biofertilizer (Kennedy et al, 2004).

Beberapa jenis rizobakteri yang saat ini banyak dikembangkan sebagai agens biokontrol diantaranya adalah spesies Pseudomonas, Bacillus, Serratia, Streptomyces, Azospirillum, Agrobacterium, Phyllobacterium, Rhizobium, Enterobacter, Alkaligenes, Burkholderia, Beijerinkia, Klebsiella, Clostridium Vario-vovax, Xanthomonas dan Arthrobacter (Kim, 1997; De Silva, 2000; Bullied, 2002; Lugtenberg, 2002; Lucy et al, 2004). Peran rizobakteri sebagai agens antagonis dalam menghambat patogen tanaman secara in vitro berhubungan dengan kemampuannya dalam mensintesis metabolit sekunder seperti senyawa antibiotik, siderofor, hidrogen sianida (HCN) dan sintesis berbagai enzim degradasi dinding sel patogen seperti kitinase, 1,3-glukanase, 1,4-glukanase, selulase, lipase, dan protease, serta produksi l-aminociklopropane -l-carbocylate (ACC) deaminase (Baharum et al, 2003; Huang & Chen, 2004; Gohel et al, 2004; Diby, 2004; Sutariati, 2006).

Busuk phytophthora termasuk salah satu penyakit yang mengakibatkan kehilangan hasil tomat di seluruh dunia. Sementara pengendalian penyakit ini masih sulit dikendalikan karena belum tersedianya varietas yang resisten, dan patogen dapat terbawa benih dan tular tanah, serta metode pengendaliannya masih terbatas. Benih telah dilaporkan merupakan salah satu sumber inokulum patogen phytophthora pada tanaman tomat (Erwin & Ribeiro, 1996; Roberts et al, 2000; Louws et al, 2002).

Sejauh ini pengendalian penyakit busuk phytophthora pada tomat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan fungisida metalaxyl, mefenoxam atau berbagai fungisida lainnya. Pengendalian secara biologis dengan memaanfatkan rizobakteri yang diisolasi dari rizosfer tanaman masih belum banyak dilaporkan. Walaupun banyak hasil penelitian telah dilaporkan bahwa penggunaan agens biokontrol secara efektif mengendalikan berbagai penyakit pada beberapa komoditas tanaman. Tetapi pada tanaman tomat, khususnya untuk pengendalian patogen P. capsici yang menginfeksi tanaman tomat masih belum banyak informasinya. Oleh karena itu perlu diisolasi dan dikarakterisasi kemampuannya untuk mengetahui daya hambat pertumbuhan koloni berbagai patogen tanaman tomat. Evaluasi daya hambat rizobakteri secara in vitro merupakan langkah awal untuk mengetahui efektivitasnya sebagai agens biokontrol.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan isolasi rizobakteri sebagai kandidat agens biokontrol yang berasal dari daerah rizosfer tanaman tomat sehat diantara tanaman tomat yang terinfeksi patogen P.capsici. Penelitian juga bertujuan untuk mengevaluasi daya hambat rizobakteri yang diperoleh terhadap pertumbuhan koloni P. capsici.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: