KEMAMPUAN ANTAGONIS Trichoderma sp. TERHADAP BEBERAPA JAMUR PATOGEN IN VITRO

The Ability of Antagonist Trichoderma sp. Against Some Pathogenic Fungus In Vitro.

 

Alfizar, Marlina, dan Fitri Susanti

 

 

ABSTRACT

Pathogens often cause disease in plants, causing losses both in quality and quantity, and frequently can cause death on plants cultivated. Biological control begin to be selected in control of pathogens. Antagonist agent Trichoderma is
known to control fungal pathogens causing plant diseases. This study looked over inhibition effects of Trichoderma sp. against pathogenic fungi; C. capsici, Fusarium sp. and S. rolfsii. This research was conducted at Laboratory of Plant Pathology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from April to August 2012. The study began with isolation of the pathogen obtained from chili and soybean crops infected in the field.. Pathogenic fungi isolated were Colletotrichum capsici, Fusarium sp. and Sclerotium rolfsii. Variables observed were wide and diameter colony of Trichoderma sp., diameter colony of pathogens, and the percentage of inhibition. The results showed that Trichoderma sp., had ability to inhibit the growth of pathogen Colletotrichum capsici, Fusarium sp. and Sclerotium rolfsii
in vitro. The highest percentage of inhibition of Trichoderma sp. was 68,2% against Colletotrichum capsici, followed by 53,9% against Fusarium sp., and the lowest inhibition was against Sclerotium rolfsii (35.5%).

 

Keywords: Trichoderma sp., Antagonist, Pathogens, In vitro, Percentage of inhibition

 

    

 

PENDAHULUAN

Pengendalian terhadap pato-gen tanaman saat ini masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik. Namun penggunaan pestisida sintetik secara terus-menerus dapat menim-bulkan berbagai macam dampak negatif. Suwahyono (2009), menyatakan bahwa penggunaan pestisida sintetik dapat membaha-yakan keselamatan hayati termasuk manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh sebab itu, saat ini metode pengendalian telah diarahkan pada pengendalian secara hayati.

Trichoderma diketahui me-miliki kemampuan antagonis terhadap cendawan patogen. Trichoderma mudah ditemukan pada ekosistem tanah dan akar tanaman. Cendawan ini adalah mikro-organisme yang menguntungkan, avirulen terhadap tanaman inang, dan dapat memarasit cendawan lainnya (Harman et al., 2004).

Trichoderma merupakan cendawan yang berasosiasi dengan tanaman, sering ditemukan endofit pada akar dan daun. Hasil penelitian Sriwati et al., (2009) dalam Yuni (2011) melaporkan, bahwa cendawan Trichoderma merupakan salah satu cendawan antagonis yang ditemukan endofit pada daun kakao. Trichoderma endofit daun membutuhkan nutrisi sesuai dari tempat asal di mana ditemukan endofit tersebut. Nutrisi seperti protein banyak terkandung di dalam beberapa daun, salah satunya daun lamtoro (Yuni, 2011). Kadar Protein di dalam daun lamtoro mencapai 25,90% (Muelen et al., 1979). Hasil penelitian Yuni (2011), menyatakan bahwa cairan perasan daun lamtoro dapat mempercepat pertumbuhan cendawan Trichoderma. Sebagai penelitian awal, maka dilakukan dalam skala laboratorium dengan uji in vitro. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antagonis dalam ruang lingkup yang lebih sempit serta keadaan lingkungan yang terkendali.

Berdasarkan uraian di atas dengan asumsi bahwa Trichoderma memiliki kemampuan antagonis yang tinggi maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui daya hambat Trichoderma sp., terhadap beberapa cendawan patogen secara in vitro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: