EFEK ALELOPATI Ageratum conyzoides TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI

 

 

Effects of Allelopathy of Ageratum conyzoides on Mustard Growth

    

Siti Hafsah, M.Abduh Ulim, dan Cut Mutia Nofayanti

 

 

 

ABSTRACT

 

This study was aimed at determining concentration of allelopathy Ageratum conyzoides that suppresses growth of mustard. The research was conducted in Weeds Laboratory and Screen House Agriculture Faculty, University of Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh from December 2010 to February 2011. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replicates. Results showed that inhibition occurred at concentrations of 100 gL-1 at 10 HST on plant height, leaf number and dry weight of mustard plant. Optimum inhibitory concentration of the liquid squeezed leaves of A. conyzoides on mustard was at a concentration of 300 gL-1. At the highest concentration (500 g/l), A. conyzoides inhibited germination up to 100%.

 

Keywords: Ageratum conyzoides, mustard., Concentration, allelopathy

    

 

PENDAHULUAN

 

Sawi (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu jenis sayur yang digemari oleh masyarakat kelas bawah hingga golongan kelas atas. Potensi hasil sawi dapat mencapai 40 ton/ha, namun rata-rata hasil sawi di Indonesia hanya 9 ton/ha (Rukmana,1994). Jika bibit disemai dalam pot perkecambahan, hasilnya mencapai 89,23 ton/ha (Kalisz & Cebula, 2002). Salah satu faktor penghambat hasil sawi adalah gulma yang tumbuh bersamanya.

Ageratum conyzoides Linn. merupakan salah satu gulma yang dapat menekan pertumbuhan sawi. A.
conyzoides sering kali populasinya lebih dominan dibandingkan gulma lainnya dalam suatu lahan. A. conyzoides diduga kuat mempunyai alelopati, keadaan di mana suatu gulma atau bahan tanaman mengeluarkan eksudat kimia yang dapat menekan pertumbuhan tanaman/tumbuhan lainnya (Sukman & Yakup, 1991).

Hasil penelitian Xuan et al (2004) penggunaan daun A. conyzoides dengan dosis 2 ton/ha dapat menekan sampai 75% pertumbuhan beberapa gulma pada tanaman padi. Selanjutnya kemam-puan daun A. conyzoides sebagai alelopati diidentifikasikan karena adanya 3 phenolic acid yaitu gallic acid, comalid acid, dan protocatechuic acid, yang dapat menghambat beberapa gulma pada tanaman padi.

Rohman (2001) menyebutkan bahwa senyawa-senyawa alelopati dapat ditemukan pada jaringan tumbuhan (daun, batang, akar, rhizoma, bunga, buah dan biji). Senyawa-senyawa tersebut dapat terlepas dari jaringan tumbuhan melalui berbagai cara yaitu melalui penguapan, eksudat akar, pencucian dan pembusukan bagian-bagian organ yang mati.

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh A. conyzoides terhadap pertumbuhan sawi. Apabila pada konsentrasi terendah menghambat pertumbuhan sawi, maka A. conyzoides tidak boleh ada di lapangan, tanpa mem-perhitungkan periode kritis dalam mengendalikan gulma.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi perasan daun A. conyzoides yang mampu menekan pertumbuhan sawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: