PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TOMAT AKIBAT PERLAKUAN JENIS PUPUK

Puspita Dewi dan Jumini

ABSTRACT

Objectives of the study were to determine effects of organic fertilizer on growth and yield of two varieties of tomato as well as the interaction between both factors. Factors studied were 1) types of organic fertilizer, consisted of 3 levels: manure, compost and green manure and 2) varieties of tomatoes, consisted of two levels: Viccario F1 and San Marino F1. Variables observed were plant height and stem diameter at ages 15, 30 and 45 days after transplanting (DAT), fruit numbers, and fruit weight for 5 times of harvest. The results showed that types of organic fertilizer exerted significant effects on plant height at age of 15 and 30 DAT, plant stem diameter at age 15 and 30 DAT, fruit numbers and fruit weight. The best growth of tomato was on green manure. Varieties also exerted significant effects on plant height at ages 15, 30 and 45 DAT, stem diameter at ages 30 and 45 DAT, fruit numbers and fruit weight, but no significant effect on stem diameter at age 15 DAT. The best growth and fruit numbers wer found at Viccario, while the highest fruit weight was found at variety San Marino. There was a significant interaction between types of organic fertilizer and tomato varieties on plant height at age 45 DAT, but no significant interaction on other variables. The best plant growth was found at the combination of Viccario-manure.

Keywords: variety, organic fertilizer, manure, green manure, tomato

PENDAHULUAN

Tomat (Lycopercicum esculentum MILL.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam famili Solanaceae. Melihat potensi di dalam negeri maupun luar negeri yang cukup besar, maka bisnis tomat mempunyai prospek yang cukup cerah (Cahyono, 1998). Oleh karena itu, perlu diupayakan untuk meningkatkan produksinya. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan penambahan pupuk organik ke dalam tanah dan penggunaan varietas yang berdaya hasil tinggi.

Pupuk kandang merupakan salah satu jenis pupuk organik yang mengandung hara makro dan mikro, yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Marsono dan Sigit, 2001). Kandungan unsur haranya terdiri dari air 30 – 40 %, bahan organik 60 – 70 %, P2O5 0,5 – 1 %, K2O 0,5 – 1 %. Selain itu, pupuk kandang dapat menghasilkan hormon sitokinin dan giberelin yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Jumlah pupuk kandang yang diberikan ke dalam tanah berkisar antara 20 – 30 ton/ha. Cara pemberiannya tergantung pada jenis tanaman, dapat dengan cara disebar merata di atas permukaan tanah atau dibenamkan dalam tanah (Cahyono, 1998)

Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik alami yang berasal dari daun atau bagian tanaman lainnya yang telah mengalami pelapukan dengan sempurna. Dengan demikian, kompos merupakan sumber bahan organik dan nutrisi bagi tanaman (Susanto, 2002).

Aplikasi pupuk hijau yang berasal dari daun lamtorogung (Leucaena galuca) dapat dilakukan dengan membenamkan langsung ke dalam tanah. Kandungan hara daun lamtorogung terdiri atas 4,33 % P, 1,44 % Ca dan 0,36 % Mg. selain itu pemberian daun lamtorogung ke dalam tanah sebagai pupuk organik, juga berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta dapat memperkecil erodibilitas tanah (Marsono dan Sigit, 2001).

Penggunaan varietas unggul merupakan komponen teknologi yang penting untuk mencapai produksi yang tinggi (Soegito dan Adie, 1993). Varietas unggul memiliki sifat-sifat tertentu seperti berumur genjah, tahan terhadap hama dan penyakit, respons terhadap pemupukan dan dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Varietas tomat yang dibudidayakan petani saat ini antara lain adalah varietas Permata, Ratna, varietas Moneymecker, Sakura, Viccario F1, San Marino F1 dan lain-lain (Rukmana, 1994). Varietas Viccario dapat ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi, dan tahan terhadap penyakit busuk daun, ukuran buahnya lebih kecil dari tomat lainnya (± 30 – 50 g), dari setiap tanaman mampu menghasilkan 2 kg. Varietas San Marino dapat ditanam di dataran rendah atau dataran tinggi dan tahan terhadap penyakit layu, berat per buah antara 70 – 80 g (4 kg/tanaman).

Berdasarkan masalah di atas, belum diketahui jenis pupuk organik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman tomat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat dan ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: