PENGARUH TRICHODERMA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO, TOMAT, DAN KEDELAI

 

Erida Nurahmi, Susanna, dan Rina Sriwati

ABSTRACT

Trichoderma is a free-living fungus, commonly can be found in soil and root ecosystem. Extensively, it is capable of producing antibiotics, parasite to other fungus, and microorganism that cause diseases on plants. The objectives of the experiment were to study effects of Trichoderma on germination and growth of cacao, tomato, and soybean. The result showed that provision of Trichoderma (T. harzianum and T. virens) conidia suspension using seed submersion technique did not affect seed germination of cacao, tomato, and soybean, but significantly affected cacao root extension. Provision of Trichoderma through seed submersion on sand box germination gave a positive response to tomato plant, tolerance to cacao plant, and a negative response to soybean plant. The causing factors of difference responses varied including concentration, application techniques, and kinds of seed.

Keywords: Trichoderma, cacao, tomato, soybean

PENDAHULUAN

Spesies Trichoderma adalah cendawan yang hidup bebas, umum ditemui pada ekosistem tanah dan akar. Cendawan ini telah dipelajari secara ekstensif dalam kemampuannya menghasilkan antibiotik, memara-sitisasi cendawan lain, dan mikroorganisme penyebab penyakit pada tanaman (Harman et al., 2004.) Sampai saat ini, dasar tentang bagaimana Trichoderma memberikan efek menguntungkan pada pertumbuh-an dan perkembangan tanaman masih terus diteliti. Namun, beberapa strain Trichoderma memberikan pengaruh penting dalam perkembangan dan produktivitas tanaman (Harman, 2006). Akhir-akhir ini, Trichoderma dikenal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan juga berperan sebagai pengendalian hayati dalam tanah (Chang et al., 1986;. Yedidia et al., 2001, Adams et al., 2007).

Banyak bukti yang sangat mendukung bahwa auksin berperan dalam pengaturan percabangan akar. Aplikasi auksin alami dan sintetis meningkatkan akar lateral dan perkembangan akar rambut, sedangkan penghambatan transportasi auksin mengurangi percabangan akar (Reed et al., 1998; Casimiro et al., 2001). Meskipun auksin adalah pemain utama dalam regulasi pertumbuhan akar, namun sedikit yang diketahui perannya dalam merangsang pertumbuhan tanaman yang dikorelasikan dengan cendawan. Mekanisme sinyal Trichoderma spesies meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman di laporkan oleh Hexon et al., 2009, melalui respons benih Arabidopsis yang diinokulasi dengan dua spesies Trichoderma. Trichoderma atroviride (sebelumnya dikenal sebagai Trichoderma harzianum) dan Trichoderma virens, ditemukan bahwa kedua cendawan tersebut merangsang pertumbuhan kecambah Arabidopsis dalam kondisi axenic. Rangsangan pertumbuhan tanaman yang disebab-kan oleh cendawan yang berkorelasi dengan pembentukan produktif akar lateral, oleh T. Viren menunjukkan peran cendawan Trichoderma sangat penting dalam memberikan sinyal auksin dan merangsang pertumbuhan tanaman Arabidopsis.

Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati adalah T. harzianum, T. viridae, dan T. Konigii, yang merupakan cendawan penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Spesies Trichoderma di samping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman (Ramada, 2008). Cendawan T. harzianum telah digunakan dalam percobaan pengendalian hayati (Chet et al., 1979; Elad et al., 1982); Papavizas and Luumsden, 1980), yang menunjukkan meningkatnya kemam-puan pertumbuhan tanaman. Respons dari aplikasi T. harzianum adalah dengan meningkatnya persentase perkecambahan, tinggi tanaman, dan bobot kering serta waktu perkecambahan yang lebih singkat pada tanaman sayuran (Baker et al., 1984; Chang et al., 1986, Paulitz et al., 1986) dan lebih awal berbunga serta meningkatkan jumlah kumpulan bunga pada Vinca minor L, dan petunia (Petunia hybrid Vilm) (Baker et al., 1984; Chang et al., 1986). Di samping itu beberapa penelitian juga melaporkan bahwa aplikasi Trichoderma pada konsentrasi yang berlebih memberikan respons negatif terhadap pertumbuhan tanaman kakao (Sriwati at al., 2011). Chang dan Beker, 1986 melaporkan bahwa aplikasi Trichoderma sangat tepat dilakukan pada tanah karena dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Sehubungan dengan telah diisolasi dan diidentifikasi beberapa cendawan Trichoderma yang berasosiasi pada tanaman kakao oleh Sriwati at al., (2011), dan salah satu di antaranya telah diidentifikasi secara molekuler adalah Trichoderma virens (Sriwati at al., 2011). Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui peran T. virens dan membandingkan dengan T. harzianum dalam merangsang perkecambahan dan pertumbuhan beberapa benih tanaman dan hubungannya dengan peningkatan auksin.

Penelitian bertujuan untuk mempelajari efek isolat Trichoderma virens strains Gl-21 isolat asal kakao dalam merespons perkecambahan dan pertumbuhan benih kakao, tomat, dan kedelai serta hubungannya dengan auksin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: