PENGARUH PEMBUANGAN PUCUK DAN TUNAS KETIAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI

 

Muhammad Hatta

ABSTRACT

This study was aimed to examine effects of terminal bud and auxiliary shoot removals on growth and yield of chili pepper. The experiment was arranged in a randomized complete block design (RGD) with 3 replications. Factors studied were trimming of terminal bud and trimming of auxiliary shoots. Results showed that removal of terminal bud had no effect on plant growth, represented by stem diameter (P = 0.6517) and yields, represented by the number of fruits (P = 0.9806) and length of fruit (P = 1128). Similarly, removal of auxiliary shoots also had no effect on stem diameter (P = 0.7302), number of fruits (P = 0.4210), and length of fruit (P = 0.9878).

Keywords: auxiliary shoot, terminal bud, chili pepper

PENDAHULUAN

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di kalangan masyarakat Indonesia. Tanaman ini tergolong tanaman semusim dan bagi masyarakat Indonesia merupakan tanaman yang sangat dikenal sebagai bahan penyedap dan pelengkap berbagai menu masakan khas (Prajnanta, 2003). Di Indonesia tanaman ini diandalkan sebagai salah satu komoditas ekspor non migas dari komoditas sayuran segar (Rukmana, 1994). Di masa depan, kebutuhan cabai akan terus meningkat baik untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor. Oleh karena itu, produksi cabai harus meningkat setidaknya sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.

Produksi cabai dapat ditingkatkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui upaya budidaya tanaman yang tepat, termasuk perawatannya. Di antara praktek perawatan yang umum dilakukan oleh petani adalah melakukan pemangkasan tunas yang tumbuh di ketiak daun. Menurut beberapa literatur, pemangkasan ini dimaksudkan untuk memperkuat batang dan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang tidak perlu di bagian bawah tubuh tanaman dan diarahkan ke bagian atas, selain juga untuk memperluas ruang sirkulasi udara dan penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman. Pemangkasan juga dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan higienis sehingga tanaman bisa terbebas dari serangan hama dan penyakit. Keseluruhan tujuannya adalah agar tanaman dapat memberikan hasil dan kualitas buah yang maksimal (Prajnanta, 2003; Hartmann et al., 1988).

Dalam kenyataannya, pemang-kasan tunas ketiak menimbulkan konsekuensi terhadap praktek budi daya tanaman akibat adanya perubahan profil tanaman yang dipangkas. Pada tanaman cabai, pemangkasan tunas ketiak menyebabkan batang tanaman menjadi lebih tinggi akibat percabangan terdorong ke bagian atas. Beratnya percabangan bagian atas ini mengakibatkan tanaman mudah rebah sehingga diperlukan bantuan penopang batang tanaman dengan pemasangan ajir. Akibatnya, praktek pemangkasan ini menyebabkan timbulnya pekerjaan tambahan yang tidak sedikit seperti pekerjaan perempelan dan pemasangan ajir. Tambahan pekerjaan ini memiliki konsekuensi terhadap perlunya tambahan biaya baik untuk tenaga kerja maupun untuk penyediaan bahan ajir.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah pemangkasan pucuk dan tunas ketiak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: