PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN LIDAH BUAYA

Jumini dan Syammiah

 

ABSTRACT

The objectives of this research were to know the effect of organic fertilizer species and planting space, and interaction between them on the growth of aloe. Research was done from February to May 2006 at experiment station of Agriculture Faculty of Syiah Kuala University. Units of treatments were arranged by factorial randomized complete block design with 3 replications. Data collected were analyzed by analysis of variance and followed with honestly significant different test at the level of 5%. The results showed that cow manure was the best for the growth of aloe compared to compos, and the spacing of 70×70 cm was the best planting space. However, the interaction between the two factors showed that widening planting space from 60×60 cm to 70×70 cm with cow manure did not give significant effect; while this gave significant positive effect when using compos.

Keywords: organic fertilizer, planting space, Aloe vera


PENDAHULUAN

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Weeb.) merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Menurut Wahjono dan Koesnandar (2002), tanaman lidah buaya memiliki banyak manfaat dan khasiat, beberapa di antaranya: anti jamur, anti bakteri, regerasi sel, menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, melindungi tubuh dari penyakit kanker, sebagai nutrisi pendukung bagi penderita HIV, obat luka memar, muntah darah, obat cacing dan susah buang air besar.[1]

Permintaan lidah buaya di Indonesia untuk bahan kosmetik dan obat-obatan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya perusahaan pengolahan daun lidah buaya, sehingga setiap tahun harus mengimpor dari Amerika Serikat dan Australia (Furnawanthi, 2002). Melihat peluang pasar yang besar, produksi lidah buaya di dalam negre harus ditingkatkan sehingga paling tidak dapat menurunkan angka ekspor.

Seperti halnya tanaman lain, untuk dapat berproduksi maksimal lidah buaya harus dipenuhi segala kebutuhan hidupnya. Secara morfologi tanaman lidah buaya berperakaran dangkal, sehingga kesempurnaan tanah bagian atas menjadi sangat penting. Pemanfaatan pupuk organik adalah solusi terbaik mengingat peran pentingnya dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Setiap jenis pupuk organik walaupun memiliki peran yang relatif sama namun memiliki karakteristik tersendiri, dan hingga kini belum diketahui jenis pupuk organik terbaik untuk budidaya lidah buaya.

Selain kebutuhan yang bersifat input, kebutuhan akan ruang hidup atau jarak tanam juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Jarak tanam yang terlalu lebar dapat menyebabkan tidak efisiennya penggunaan tanah (populasi tanaman terlalu kecil) dan dapat merangsang tumbuhnya gulma, sebaliknya bila terlalu sempit mengakibatkan daun antar tanaman saling bersinggungan hingga akan terluka, yang pada akhirnya akan menurunkan produksi. Jarak tanam optimum tergantung pada beberapa faktor seperti kesuburan tanah, kelembaban tanah, dan varietas yang dibudidayakan (Sumarno, 1984).

Belum ada kesesuaian pendapat tentang jarak tanam yang baik untuk tanaman lidah buaya, namun dengan beberapa alasan, jarak tanam yang dianjurkan berada pada kisaran 50×50 cm sampai 100×100 cm (Sudarto, 1997), karena jarak tanam sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan dimana tanaman tersebut dibudidayakan. Sungguhpun demikian, dengan panjang akar 30-40 cm dan panjang daun 50-75 cm, pendapat di atas tidak dapat dibantah. Namun karena masih berada pada kisaran yang luas maka cukup layak untuk ditentukan jarak tanam yang lebih tepat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (sekaligus menentukan pilihan terbaik) jenis pupuk organik dan jarak tanam, serta interaksi antara keduanya, terhadap pertumbuhan tanaman lidah buaya.

2 responses to this post.

  1. Ehm … Lidah buaya saya daunnya paling besar:

    P 25-28 cm
    L 4-5 cm

    itu hanya pake pupuk alami aja mas dari jerami, abu, dll. Apa bisa diperbesar lagi mas?
    Dan saya menanamnya di pot yang besar gitu. Untuk keperluan sehari-hari aja seperti untu luka, rambut, obat, dll. Untuk pribadi saya ingin membuatnya lebih besar lagi dari ini.

    Thanks …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: