JENIS SENYAWA ORGANIK SUPLEMEN PADA MEDIUM KNUDSON C UNTUK PERTUMBUHAN PROTOCORM LIKE BODIES DENDROBIUM BERTACONG BLUE X DENDROBIUM UNDULATUM

Syammiah

 

ABSTRACT

The aim of this research was to find out the best modification on Knudson C medium for the growth of protocorm like bodies of Dendrobium bertachong blue X Dendrobium undulatum in vitro. Research has been done for three months from April to July 2005. Completely Randomized Design with 6 treatments and 4 replications was applied. The treatments were Knudson C medium added with: 15% of coconut liquid endosperm, 7.5% of banana juice, 0.2% of yeast extract, 15% of potato juice, 5% of aloe juice, and 5% of tomato juice. The results showed that 5% of tomato juice was the fastest for shoot forming and 5% of aloe juice was the best medium supplement for the colour of protocorm like bodies.

Keywords: Knudson C medium, tissue culture organic compound supplements, protocorm like bodies, sub culture, Dendrobium


PENDAHULUAN

Anggrek Dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang terbesar populasinya di dunia. Diperkirakan anggrek ini terdiri dari 1.600 spesies (Lestari, 1985). Perbanyakan anggrek Dendrobium dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya secara generatif melalui penebaran biji, secara vegetatif dapat melalui pemisahan rumpun (splitting) dan anakan (keiki). Perbanyakan melalui splitting memerlukan banyak tanaman induk, sedangkan dengan cara keiki perlu waktu yang lama karena anakan jarang muncul pada ruas tanaman anggrek. Oleh karena itu, teknik perbanyakan secara in vitro menjadi penting dalam perbanyakan Dendrobium.

Kelebihan perbanyakan secara in vitro adalah kemampuan memperoleh eksplan yang tepat sesuai keinginan. Selain itu, keseragaman tanaman dapat dipertahankan serta mampu dengan cepat diperoleh bibit untuk skala besar bila diiringi dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat. Menurut Gunawan (1995), kelebihan kultur jaringan adalah hasil perbanyakan pertama, baik berupa biji dan mata tunas, dapat langsung digunakan untuk perbanyakan selanjutnya.

Penggunaan media tumbuh anggrek saat ini sangat bervariasi. Variasi media tersebut biasanya dalam bentuk modifikasi komponen penting dalam media yaitu dengan menambahkan zat-zat lainnya pada media yang mungkin dapat meningkatkan pertumbuhan eksplan, seperti menambahkan zat-zat pengatur tumbuh, vitamin, air kelapa, asam-asam amino, maupun jus buah-buahan.

Modifikasi terhadap beberapa media standar Murashige dan Skoog (MS), Woody Plant Medium (WPM), Vacin dan Went (VW) telah dicoba diteliti. Misalnya penelitian Apriani (1996) menggunakan MS + air kelapa, jus pisang dan tomat, dan penelitian Yulinda (2003) menggunakan VW + air kelapa, bubur pisang, bubur ubi kayu, ragi dan ampas kedelai. Mereka menghasilkan modifikasi yang cukup baik. Namun belum ada data atau penelitian yang menggunakan media standar Knudson C dengan modifikasi tambahan seperti media di atas.

Menurut Sagawa dan Shogi (1977), media Knudson C dapat memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Demikian pula penambahan senyawa organik memiliki peran penting, karena pada setiap bahan alami ini banyak terkandung unsur hara, vitamin, asam amino, asam nukleat, fosfor dan zat tumbuh seperti auksin dan giberelin yang berfungsi sebagai perangsang perkecambahan dan pertumbuhan (Widiastoety, 2001).

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi modifikasi media Knudson C yang terbaik bagi pertumbuhan sub kultur protocorm like bodies (plb) silangan Dendrobium bertacong blue x Dendrobium undulatum.

Tag Technorati: {grup-tag},,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: