UJI ADAPTIF BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine Max (L) Merril) PADA AGROEKOSISTEM LAHAN KERING SPESIFIK LOKASI PADA MUSIM TANAM JUNI DI KEBUN PERCOBAAN LAMPINEUNG NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Burlis Han

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nanggroe Aceh Darussalam

ABSTRACT

A research of the adaptive test of some soybean varieties at specific agroecosystem of specific dry land location has been conducted in Experimental Station of Lampineung Banda Aceh at plant season of 28 June 2004. Production of Soybean on dry land in Province of Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) is still low and its productivity increase moves tardy. From 1989 – 1994 the soybean production was successively: 1,6 ; 1,18 ; 1,18 ; 1,20 and 1,21 tons/ha. Some constraints often met in dry land soybean cultivation are low and varied land fertility, high weed population, low seed quality and unestimated rainfall pattern. Especially for seed, constraint faced by farmer in production center area is unavailability of superior seed. This research was aimed to get superior varieties of Soybean which is adaptive in specific location. This research started from June to September 2004. This research used Non Factorial Randomized Complete Block Design, followed by Duncant Multiple Rank Test. Treatment factors were five varieties of Soybean, consisting of Kaba, Merbabu, Mahameru, Sinabung and Pangrango. Observation of adaptability was based on variablity of growth and production component. Results of research showed that average production which can be reached were Kaba 1.202,5 kgs/ha, Mahameru 652,5 kgs/ha, Merbabu 1.787,5 kgs/ha, Pangrango 1.219 kgs/ha and Sinabung 1.660,6 kgs/ha. The most adaptive variety are Merbabu and Sinabung.

Keywords: Varieties, soybean, agroecosystem, dry land, specific location, planting season

PENDAHULUAN

Lahan kering yang potensi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) cukup luas yaitu 386.472 ha, yang terdiri dari 140.497 ha lahan pekarangan dan 245.975 ha tegalan. Kira-kira 90.947 ha atau + 36,97 % dari luas tegalan telah dimanfaatkan untuk usahatani kedelai dan selebihnya belum dimanfaatkan dengan baik (Kanwil Deptan Prop. Dista Aceh, 1996).

Produksi kedelai pada agroekosistem lahan kering ini masih belum maksimal dan umumnya di bawah rata-rata potensi varietas unggul yang sudah dilepas (Distan. Prop. Dista Aceh. 1996). Peningkatan produktivitas bergerak lambat dan landai seperti contoh produksi tahun 1989 – 1994 berturut-turut: 1,6 ; 1,18 ; 1,18 ; 1,20 dan 1,21 ton/ha. Walaupun pada beberapa tahun terakhir telah ditargetkan agar melalui program Intensifi-kasi akan dapat meningkatkan produktivitas melebihi 1,5 ton/ha dan program SPAKU 1,75 ton/ha, namun sulit untuk terealisasi. Kenyataannya produktivitas dari tahun 1996 – 2000 berturut-turut 1,26 ; 1,27 ; 1,26 ; 1,24 dan 1,21 ton/ha (Distan Tk.I. Prop. NAD, 2001).

Beberapa kendala yang sering dijumpai dalam usahatani kedelai lahan kering adalah : tingkat kesuburan tanah bervariasi dan rendah, populasi gulma tinggi, kualitas benih rendah dan pola curah hujan sering bergeser dari perkiraan (Arsyad dkk, 1991). Khusus untuk benih, kendala utama yang dihadapi petani di daerah sentra produksi adalah tidak tersedianya benih yang bermutu baik. Benih yang digunakan petani berasal dari produksi untuk konsumsi yang tidak murni lagi. Kalaupun ada benih berbantuan melalui BUMN tertentu sering tidak cukup atau sudah lewat masa simpan sehingga viability dan vigor sudah rendah.

Keadaan seperti ini terjadi pada awal musim tanam dalam setiap tahunnya. Sebagai contoh pada tahun 2000 dibutuhkan benih sebanyak 2.525,6 ton untuk keperluan 63.140 ha lahan. Untuk itu ditargetkan benih kedelai berlabel biru dan merah jambu sebanyak 252,56 ton (10%). Ternyata yang dapat disediakan hanya 38.500 kg, sehingga kekurangan tersebut tidak tertanggulangi dan kemungkinan akan tetap menjadi kendala pada tahun-tahun yang akan datang.

Kondisi ini disebabkan karena tidak berkembangnya penangkaran benih di daerah, akibat rendahnya motivasi petani untuk melaksanakan penangkaran. Tidak ada penangkar benih yang permanen ditingkat petani, yang ada hanya hasil pertanaman petani yang diopkup oleh penyalur benih seperti PT. Pertani dan Sanghiang Sri, kemudian diusahakan kepada BPSB-XII untuk disertifikasi. Pada MT tahun 2000 tercatat pengusulan sertifikat 42 petani, MT 2000/2001 sebanyak 4 petani dan MT 2001 sebanyak 15 petani (informasi dari BPSB – XII. Juni 2001).

Berdasarkan analisa permasalahan dengan metode Participatory Rural Appraesal (PRA) petani dan dinas terkait, ada beberapa penyebab, salah satu diantaranya adalah sulit mendapat benih sumber yang berpotensi hasil tinggi untuk ditangkarkan. Oleh sebab itu untuk mendapatkan varietas-varietas yang berpotensi hasil tinggi lebih dari 1,5 ton/ha, maka pada Februari tahun 2004 dilaksanakan kegiatan uji adaptif beberapa varietas unggul kedelai pada agroekosistem lahan kering spesifik. Hasil dari kegiatan tersebut, diperoleh lima varietas yang adaptif di KP. Lampineung. Masing-masing dari varietas tersebut adalah : Kaba, Merbabu, Mahameru, Sinabung dan Pangrango. Sebagai tindak lanjutnya untuk mengetahui kapasitas daya adaptif tersebut pada musim tanam lainnya, maka pada musim tanam Juni (MTII ) pada tahun 2004 dilakukan uji adaptif beberapa varietas terbaik hasil kegiatan musim tanam Februari (MTI) tahun 2004 tersebut pada lahan kering KP. Lampineung kembali.

Hasil uji lanjutan terhadap daya adaptasi dari lima varietas yang dihasilkan dari kegiatan uji adaptif 15 varietas, pada agroekosistem lahan kering spesifik pada musim tanam sebelumnya (MT Februari tahun 2004), akan terdapat perbedaan adaptasi yang nyata antara varietas dan akan diperoleh paling kurang dua varietas yang sangat adaptif.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan beberapa varietas unggul spesifik lokasi sebagai benih sumber. Luaran yang diharapkan adalah beberapa varietas unggul kedelai yang adaptif pada lahan kering spesifik dengan produk­tivitas dan kualitas hasil yang tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: