REPONS PERTUMBUHAN STUMP JATI (Tectona grandis L.f.) TERHADAP DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK PHOSKA

Efendi

Abstract

A field experiment was conducted to determine the growth responses of teak stump to NPK fertilizer that contains S nutrient. The stumps of teak were treated with Phoska fertilizer: 0, 5, 10, 15 g/plant and the fertilizer dosages were applied at 0, 5, 10, and 15 days after planting. The results of the study showed that stem diameter, stem height, and seedling height of the teak were significantly affected by the dosages and application times of Phoska fertilizer at 1, 2, 3, and 4 months after planting. The leaf numbers, leaf length, and leaf width responded significantly to Phoska fertilizer. This study found a significant interaction between the dosages and application times of Phoska fertilizer on seedling height and leaf length at one month old after planting; on stem height, seedling height, and leaf numbers at three month old; on stem diameter, stem height, seedling height, and leaf numbers at four month old after planting. The study revealed that the application of 10 g/plant Phoska applied at a planting day was the best treatment to enhance the growth of teak stump.

Keywords: teak, Phoska, NPK, growth, stump


PENDAHULUAN

Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Verbenaceae dan dikenal sebagai penghasil kayu komersial dengan kualitas terbaik di dunia. Menurut Na’iem (2002), jati menyebar secara alami di negara-negara India, Birma, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia jati terutama dijumpai di beberapa daerah seperti Jawa, Muna, Buton, Maluku, dan Nusa Tenggara dalam bentuk hutan rakyat maupun hutan tanaman skala besar. Jati kemudian  dikembangkan di Amerika Latin seperti Kostarika, Argentina, Brazil, dan beberapa negara Afrika.

Tanaman jati memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Menurut Wikipedia (2011), kayu jati terutama dipakai untuk furnitur dan bahan bangunan. Dalam industri kayu, jati diolah menjadi venir untuk melapisi permukaan kayu lapis mahal serta dijadikan keping-keping parket penutup lantai. Kayu jati juga digunakan sebagai bahan dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang. Akar jati sering dipakai sebagai penghasil pewarna kuning dan kuning coklat alami atau merah alami. Daun jati dapat juga digunakan untuk pengobatan penyakit kolera. Di samping itu, daun jati dimanfaatkan pula secara tradisional sebagai pembungkus makanan, seperti nasi dan tempe.

Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar (Wikipedia, 2011). Oleh karena itu, pengembangan jati dinilai sangat prospek di masa yang akan datang. Namun, salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya lahan pada daerah-daerah sentra produksi seperti di Jawa. Pengembangan tanaman jati akhir-akhir ini mulai dilaksanakan di luar Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Program pengembangan jati di seluruh Indonesia akan membutuhkan bibit yang berkualitas tinggi dalam jumlah yang besar. Penyediaan bibit tersebut sampai saat ini masih mengalami permasalahan yang serius akibat terbatasnya kebun-kebun pembibitan di luar Jawa, sehingga bibit harus didatangkan dari Jawa. Transportasi bibit jati selain memerlukan biaya tinggi, juga dapat menimbulkan kerusakan atau stres, sehingga bibit memerlukan waktu beberapa hari/minggu untuk penyembuhannya. Oleh karena itu, usaha-usaha untuk mengurangi biaya transportasi bibit serta cara penyembuhan bibit yang baik sangat penting dilakukan.

Bibit jati dapat diangkut dengan menggunakan organ stump secara lebih efisien. Stump merupakan bibit yang telah dibongkar dari polibag kemudian dipotong batang, ujung akar, cabang akar, sehingga tersisa akar utama dengan beberapa sentimeter pangkal batang dengan ukuran sebesar pensil. Stump inilah yang dikirim ke berbagai daerah pengembangan jati. Namun demikian, masih ada permasalahan lain yaitu diperlukan waktu untuk menumbuhkan kembali stump tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemupukan stump dengan dosis, waktu, serta jenis pupuk yang tepat.

Menurut Wiedenhoeft (2006), dengan pemupukan yang teratur dan dengan dosis yang sesuai maka tanaman akan tumbuh seperti yang diharapkan. Pemupukan jati dengan dosis yang tepat serta unsur hara yang seimbang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit jati. Salah satu pupuk majemuk dengan unsur hara NPK yang banyak beredar di pasar dan dengan harga yang murah adalah Phoska. Namun demikian, apakah Phoska dapat mempercepat pertumbuhan bibit jati, khususnya stump belum diketahui dengan baik. Sehingga perlu dilakukan penelitian, berapa dosis yang paling baik untuk mempercepat pertumbuhan stump jati. Walaupun pengaruh NPK terhadap bibit jati telah diteliti sebelumnya (Abod dan Siddiqui, 2002; dan Sumantri, 2005), tetapi penggunaan pupuk NPK dengan tambahan unsur Sulfur (S) merupakan faktor yang khusus dalam penelitian ini.

Di samping permasalahan dosis, stump yang akan ditumbuhkan belum memiliki sistem perakaran yang sempurna, sehingga pemberian pupuk yang terlalu cepat membuat bibit tidak respons terhadap pemupukan. Sementara, kalau pemupukan terlambat dilakukan, maka pertumbuhan bibit menjadi terhambat pula. Oleh karena itu, perlu diteliti pula kapan sebaik waktu pemupukan NPK Phoska yang paling tepat dilakukan. Pemupukan Phoska dengan dosis dan waktu yang tepat diharapkan akan menghasilkan pertumbuhan bibit jati secara cepat serta berkualitas. Schroth dan Sinclair (2003) mengemukakan bahwa tanaman yang memperoleh unsur hara dalam jumlah yang optimum beserta waktu yang tepat, maka akan tumbuh dan berkembang secara maksimal pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: