KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvacea L.) PADA MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK BIOGREEN YANG BERBEDA

Cut Nur Ichsan, Fuadi Harun, dan Nana Ariska

 

ABSTRACT

The objectives of this study were to evaluate characteristics of growth and yield of Volvariella volvacea L in different growing media and concentration of Biogreen fertilizer. Growing media consisted of rice straw and oil palm waste. Concentration of Biogreen fertilizer consisted of 0.5%, 1.0% and 1.5%. The result showed that rice straw gave better growth and yield of the mushroom but the highest production of the mushroom was at oil palm media. Concentration of Biogreen at level 1.5% gave better growth and yield of the mushroom. The best combination for fresh mushroom numbers was rice straw and concentration 5% Biogreen fertilizer but the best combination for mushroom yield was oil palm waste and concentration 5% Biogreen.

Keywords: Volvariella volvacea L., rice straw, oil palm waste, Biogreen fertilizer


PENDAHULUAN

Jamur merang (Volvariella volvacea L.) merupakan jamur yang paling banyak digunakan untuk aneka bahan pangan seperti campuran sup, pizza, pasta dan lain-lain. Rasa, tekstur, dan kandungan gizi yang tinggi menyebabkan jamur semakin banyak digunakan dan nilai ekonomi yang semakin meningkat.

Jamur merang memerlukan persyaratan lingkungan yang khusus serta media tanam dan pemupukan (Sinaga, 2007). Media tanam yang biasa digunakan adalah ampas kelapa sawit, ampas tebu, limbah kardus, limbah kapas dan sebagainya (Indra, 2008). Limbah yang digunakan harus terbebas dari kontaminasi, agar yang tumbuh hanya jamur yang ditanam (Gunawan, 2000).

Penggunaan ampas kelapa sawit sangat potensial karena produksinya dalam skala besar tersedia di daerah-daerah produksi kelapa sawit. Penggunaan limbah tersebut akan meningkatkan nilai ekonomi dari ampas sawit. Penggunaan jerami padi akan mengatasi masalah limbah hasil pertanian setelah panen padi di daerah-daerah produksi padi, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari limbah padi.

Secara kimiawi penggunaan limbah jerami padi dan sawit dimungkinkan untuk budidaya jamur merang karena limbah-limbah tersebut masih mengandung bahan organik dan hara mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur. Secara alami jamur dapat tumbuh pada limbah jerami maupun ampas sawit, hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama dan karakteristik jamur yang tumbuh juga lebih kecil. Karenanya dalam budidaya jamur merang diperlukan tambahan pupuk maupun hormon (Sediaoetomo, 2004).

Penggunaan pupuk Biogreen yang merupakan pupuk alami yang mengandung unsur makro dan mikro serta hormon perangsang tumbuh diharapkan dapat meningkatkan penampilan jamur yang ditanam (Biogreen, 2011). Penggunaan pupuk cair perlu memperhatikan konsentrasi. Konsentrasi yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hara dan metabolisme tanaman. Konsentrasi pupuk cair yang rendah tidak optimal untuk pertumbuhan dan hasil jamur (Indra, 2008).

Penggunaan media tanam dan konsentrasi pupuk cair yang tepat diperlukan untuk mendapatkan produksi jamur yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuh-an dan hasil jamur merang yang tumbuh pada media tanam ampas kelapa sawit dan jerami padi serta konsentrasi pupuk Biogreen yang berbeda.

4 responses to this post.

  1. apakah jamur ini bisa dimanfaatkan dalam pembuatan roti??
    trims

    Reply

  2. ko ga bsa di download sih,…?!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: