PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG AKIBAT PERBEDAAN MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK SUPER A-1

Zuyasna, Mariani Nasution, dan Dewi Fitriani

 

ABSTRACT

 

The objectives of this study were to investigate several media and liquid organic fertilizer on the growth and the yield of mushroom (Volvariella Volvaceae L) and also to identify the interactions between the two factors. The research was conducted at Lee Guna Gampong Peurada Banda Aceh from 15 June to 23 July 2010.  A factorial randomized completely design with three replications was used in this experiment. The first factor evaluated was medium (dried rice stalks, cane bagasse, and cardboard), and the second factor was Super A-1 fertilizer concentrations (0 cc, 7.5, and 15 cc/L). The results showed that media significantly affected stem weight and cap diameter of mushroom. However, the media did not influence primordial initiation, the number of mushrooms, length and diameter of stems. Mushrooms grew best on the medium of cane bagasse. Super A-1 concentration significantly influenced the number of mushrooms, diameter of mushroom cap, and stem diameter, but did not affect mushroom weight. The best concentration of Super A-1 for mushrooms growth was 15cc/L. There were no interactions between the media and concentration Super A-1 based on variables observed in this experiment.

           

Keywords: mushroom, rice stalk, cane pulp, cardboard, organic liquid fertilizer

 

 

PENDAHULUAN

 

Jamur merang (Volvariella volvaceae L) telah dikenal dan dibudidayakan sebelum abad ke-18 di Cina. Tapi baru sekitar tahun 1932-1935, jamur merang ini diintroduksi oleh orang-orang Cina ke daerah Filipina, Malaysia dan Negara-negara Asia Tenggara lainnya.  Di Indonesia, jamur merang mulai dikembangkan sejak tahun 1955 (Sinaga, 2007).

Jamur merang merupakan bahan makanan yang enak dan kaya akan protein, mineral serta vitamin. Menurut Nurman dan Kahar (1990), jamur merang mengandung protein 2,68%, lemak 2,24%, karbohidrat 2,6%, vitamin C 206,27 mg, kalsium 0,75%, fosfor 36,6% dan kalium 44,2%.  Bahkan Mayun (2007) berpendapat bahwa kandungan mi-neral yang ada dalam jamur merang lebih tinggi dibandingkan daging sapi dan domba.

Dengan semakin meningka-tnya pemahaman masyarakat tentang peranan makanan bergizi bagi kesehatan, maka semakin tinggi pula kebutuhan masyarakat terhadap bahan makanan bergizi terutama sekali bahan makanan yang berprotein tinggi.  Salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat adalah mengena-bangkan budidaya jamur merang.  Pada awalnya, jamur ini hanya dibudidayakan pada media merang saja atau tangkai padi.  Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya, ternyata jamur ini juga dapat dibudidayakan dengan menggunakan media alternatif lain, seperti limbah biji kopi, ampas batang aren, ampas tebu, limbah kelapa sawit, limbah kapas, ampas tebu bahkan limbah kardus (Agromedia, 2009).

Pada musim tertentu jerami padi sulit di dapat, karena jerami padi hanya tersedia pada musim panen saja.  Oleh karena terbatasnya keter-sediaan jerami padi setelah beberapa bulan panen dan beberapa daerah yang memiliki lahan penanaman padi yang terbatas, perlu dicari alternatif media lain sebagai tempat yang baik untuk pertumbuhan jamur merang.  Salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melalui pemanfaatan limbah pertanian.  Limbah pertanian dapat memberikan nilai tambah dalam kegiatan usaha tani, antara lain dapat dijadikan kompos dan digunakan sebagai media tumbuh jamur merang (Nilawati et al., 2007).

Untuk perkembangan jamur diperlukan sumber nutrisi atau makanan dalam bentuk unsur-unsur hara yang diperoleh dari bahan tambahan lainnya seperti pemakaian pupuk untuk kebutuhan nutrisi dan makanan bagi jamur.  Pupuk sangat penting peranannya dalam mening-katkan produksi dan produktivitas tanaman. Marsono (2005) menyatakan bahwa pupuk bermanfaat dalam menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia di tanah atau media untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Berdasarkan komponen pe-nyusunnya pupuk dapat digolongkan atas dua yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik.  Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk hidup, seperti tanaman dan kotoran hewan. Pupuk ini umumnya mengandung unsur hara makro dan mikro yang diperlukan oleh tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.  Salah satu bentuk pupuk organik yang banyak beredar di pasaran adalah pupuk organik cair.

Penggunaan pupuk organik cair dewasa ini terus meningkat. Salah satu pupuk organik cair yang beredar di pasaran adalah pupuk organik cair super A-1.  Keunggulan yang dimiliki pupuk cair super A-1 adalah kandungan haranya yang mengandung unsur hara makro dan mikro, 14 mineral esensial, pengendali hama alami, mengandung senyawa pengatur tumbuh alami giberelin (GA3), Zeatin, 17 macam asam amino, asam organik, enzim, vitamin dan mobilisasi nutrisi.  Pemberian pupuk organik cair super A-1 harus memperhatikan kon-sentrasi yang diaplikasikan terhadap tanaman.  Konsentrasi yang biasa digunakan untuk tanaman sayur-sayuran dan tanaman pangan adalah 2-4 cc/L air dan untuk jamur tiram dan kayu 3-5 cc/L air (Harsono, 2009).

Dewasa ini permintaan akan jamur merang makin meningkat, namun untuk memenuhi permintaan tersebut diperlukan media tumbuh yang sesuai agar diperoleh pertumbuhan dan hasil yang baik dan dapat dipanen setiap saat tanpa bergantung pada ketersediaan merang.  Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan jenis-jenis media pengganti merang yang dapat digunakan untuk pertumbuhan jamur merang sehingga dapat lebih meningkat hasilnya.  Sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur merang, perlu juga dilakukan penelitian tentang penggunaan pupuk Super A-1 pada pertumbuhan jamur merang.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis media dan konsentrasi pupuk Super A-1 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil jamur merang yang maksimal. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.


4 responses to this post.

  1. Posted by annisa on April 10, 2013 at 5:39 am

    bolehkah saya mendapatkan artikel hasil penelitian ini di jurnal floratek ini? jika boleh, bagaimana caranya? trims

    Reply

  2. Posted by risqan fitrah manik on April 18, 2013 at 8:34 pm

    pak, ada berapa jurnal mngenai jamur merang. diskon boleh pak untuk satu jurnal

    Reply

  3. Posted by risqan fitrah manik on April 18, 2013 at 8:36 pm

    saya butuh jurnal tentang jamur merang yg berjudul (pertumbuhan dan hasil jamur merang akibat perbedaan media tanam dan konsentrasi pupuksuper A-1

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: