PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN SELADA

Erita Hayati

ABSTRACT

 

           The objective of this research was to study content of heavy metal  (Pb) in soil and lettuce tissue caused by organic and inorganic fertilizers application. This research applied a factorial completely randomized design (CRD) with 3 replicates. The first factor was organic fertilizer, consisting of 4 levels and the second factor was inorganic fertilizers, consisting of 2 levels. Variables observed were fresh weight, and content of heavy metal in soil and tissue. Results showed that application of organic and inorganic fertilizers could reduce level of lead Pb) in soil and plant tissue. The highest Pb concentration was in the treatment without organic fertilizer and the lowest Pb concentration was in the organic fertilizer of 45 tons per ha, which was not significantly different from the organic fertilizer of 30 tons per ha. The highest plant fresh weight was obtained in dosage of organic fertilizer 15 tons/ha in the second planting. The best combination for plant fresh weight was an organic fertilizer of 15 tons/ha and an inorganic fertilizer of 1000 kg/ha.

Keywords : heavy metals, inorganic and organic fertilizers, lettuce, Pb

 


 PENDAHULUAN

 

Salah satu bentuk degradasi lahan pertanian yang  terjadi akibat  tsunami adalah terjadi pencemaran, baik limbah padat maupun limbah cair.    Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2005, terhadap kualitas ling-kungan di Aceh pasca tsunami untuk mengukur pencemaran limbah padat, terdapat cemaran  beberapa logam berat, seperti cadmium (Cd) < 0,01 ppm, tembaga (Cu) = 14,7 – 30,5 ppm dan timbal (Pb) = 6,9 – 19,4 ppm.

Kualitas kandungan logam berat di dalam lumpur tsunami telah melampaui ambang batas yang ditetapkan. Logam berat dapat mengancam kesehatan tanaman, ternak dan manusia, di antaranya adalah Pb dan Cd.  Jika Pb dan Cd mencemari lingkungan, maka akan bertahan lama dibandingkan dengan kebanyakan polutan lainnya, karena Pb mempunyai kelarutan yang rendah dan relatif bebas dari degradasi oleh mikroorganisme, maka Pb cenderung terakumulasi dan tersedimentasi da-lam tanah sehingga mudah mencemari rantai makanan dan  metabolisme ma-nusia (Davies, 1990).

Atas dasar hasil pengamatan tersebut, diperkirakan kandungan lo-gam berat yang terbawa oleh lumpur tsunami telah terakumulasi pada lahan pertanian dan apabila lahan tersebut ditanami tanaman maka akan teraku-mulasi ke dalam jaringan tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui sebe-rapa banyak logam berat terakumulasi pada tanah dan jaringan tanaman.

Menurut Alloway (1990), beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah logam berat dalam jaringan tanaman  antara lain konsentrasi lo-gam berat dalam larutan tanah, mobilitas ion logam berat ke zona perakaran, pergerakan logam berat dari permukaan akar ke dalam akar tanaman dan pergerakan logam berat dalam jaringan tanaman lainnya.  Secara umum ada 2 mekanisme masuknya timbal (Pb) tersedia dalam tanaman, yaitu pengambilan melalui akar dan pengambilan melalui daun, setelah masuk ke dalam sistem, Pb akan diikat oleh membran sel, mito-kondria, dan kloroplas.  Pb diserap secara cepat pada saat zat itu dipin-dahkan atau jika akarnya mati.

Tanah mempunyai kapasitas sangga yang terbatas terhadap logam berat.  Karakteristik ini ditentukan oleh banyak faktor di antaranya pH, kan-dungan bahan organik dan kapasitas tukar kation (Lepp, 1981).

Keberadaan bahan organik dalam tanah selain dimanfaatkan oleh mikroorganisme sebagai sumber energinya, juga dapat bereaksi dengan logam berat mem-bentuk senyawa kompleks (organo metalic complex) sehingga dapat mengurangi sifat racun logam berat (Stevenson, 1982).

Selain upaya memperbaiki lahan tsunami dengan menggunakan bahan organik, menciptakan lahan yang baik bagi pertumbuhan tanaman adalah dengan menjaga ketersediaan nutrisi tanaman yang seimbang dalam tubuh tanaman tersebut. Untuk menjaga ketersediaan nutrisi tanaman adalah dengan cara pemberian pupuk anorganik yaitu NPK mutiara yang mudah dan cepat tersedia, serta dapat merangsang pertumbuhan tanaman.  Namun hal ini belum diketahui pengaruhnya secara pasti, oleh karena itu perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh pupuk anorganik terhadap ketersediaan hara bagi pertumbuhan selada di lahan tsunami.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Pb dalam tanah dan jaringan tanaman selada  akibat pemberian  pupuk organik dan anorganik serta apakah ada interaksi antara kedua faktor tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: