PENGARUH LAMA PENYIMPANAN INANG PADA SUHU RENDAH TERHADAP PREFERENSI SERTA KESESUAIAN INANG BAGI Trichogrammatoidea armigera NAGARAJA

Husni, Alfian Rusdy, Pudjiantodan Zulfanazli

ABSTRACT

 

            The purpose of this study was to investigate effect of storage period length under low temperature on host preference and host suitability for egg parasitoid, Trichogrammatoidea armigera.  In this study, Corcyra cephalonica eggs were used as the alternative host.  The result showed that the storage of host eggs under low temperature for 1.5 to 3 hours was able to delay host egg hatching until the day 5, however, for normal host eggs the hatching time was started at day 4.  This method did not exert a negative effect on host preference and host suitability for parasitoid T. armigera.  The rate of parasitism on the stored hosts was more than 90%, and it was not significantly different from the normal host.  T. armigera progeny (offspring) emerged from the stored host was also very high (more than 100%).  The result also showed that the percentage of T. armigera female progeny emerged from stored hosts higher than the normal host.  The female progeny emerged from normal host was 51%, while from hosts stored under low temperature for 1.5, 2.0, 2.5 and 3 hours were 69,49%, 66,03%, 66,16% and 71,10%, respectively.  The results indicated that the stored host eggs under low temperature (1– 4 oC) for 1,5 – 3,0 hours did not kill the host embryo, but only delay the hatching times.  Therefore, the availability of a sufficient number of fresh hosts could be maintained in the laboratory, so that the efficiency of mass rearing program of T. armigera parasitoid could be increased.

Keywords: Trichogrammatoidea armigera, Corcyra cephalonica, host preference, host suitability, mass rearing program

PENDAHULUAN

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada umumnya lebih mengandalkan pada penggunaan pestisida sintetis, dengan alasan mudah didapatkan, harganya terjangkau, aplikasinya mudah, dan hasilnya lebih cepat terlihat. Namun dampak negatif yang ditimbulkan oleh pestisida sintesis seperti resistensi, resurgensi, berkurangnya populasi musuh alami dan residu pestisida di lingkungan telah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya dilakukan pengendalian hayati  sebagai pengendali hama yang ramah lingkungan dan aman terhadap organisme bukan sasaran. Pengendalian hayati bertujuan untuk menekan populasi OPT agar tetap berada di bawah ambang ekonomi dengan menggunakan musuh alami atau agen antagonis.

Kebutuhan berbagai spesies musuh alami, termasuk parasitoid semakin meningkat sehubungan dengan semakin meningkatnya populasi hama, sebagai pengaruh dari praktek budidaya yang semakin intensif. Lingkungan hidup di sekitar manusia sesungguhnya telah menyediakan berbagai serangga sebagai predator atau parasitoid yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama-hama di lahan pertanian. Namun kebera-daan parasitoid bervariasi di setiap daerah, bahkan di beberapa tempat populasi parasitoid tidak dalam jumlah yang cukup karena habitatnya terganggu setelah pembukaan lahan pertanian, praktek budidaya, dampak langsung pestisida dan menurunnya populasi hama sebagai inang (Meilin, 1999).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berbagai laboratorium penelitian telah banyak mengembangkan parasitoid. Parasitoid telah dikenal sejak tahun 1920 (Godfray, 1994) dan telah dibiakkan secara massal di laboratorium di Amerika. Salah satu spesies parasitoid yang dikem-bangbiakkan adalah parasitoid telur Trichogramma. Parasitoid ini bersifat polifag, mampu memarasit 10 ordo serangga, di antaranya adalah ordo-ordo hama penting seperti Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, Heteroptera, Hyme-noptera (symphyta) dan Neuroptera (Pinto dan Stouthamer 1994; Smith, 1996). Trichogrammatidae merupakan parasitoid telur dari berbagai spesies serangga dari ordo Lepidoptera yang bersifat polifag dan sudah banyak digunakan sebagai agen pengendali hayati di dalam negeri maupun di luar negeri. Di Indonesia Trichogram-matidae telah banyak dilakukan pembiakan massal dan dikomersialkan di berbagai Balai Penelitian dan Perkebunan Tebu di wilayah Jawa Timur. Parasitoid yang digunakan adalah Trichogrammatoidea armigera, Trichogrammatoidea cojuangcoi, T.  chilonis dan T.  chilotrae (Chaerunnisa, 2005).

Menurut Knutson (2002) penelitian tentang Trichogramma spp. terus berlanjut dan beberapa spesies Trichogramma telah diperbanyak secara massal dan dikomersialkan. Meskipun demikian, masih banyak pertanyaan tentang keefektifan dan aplikasi praktis penggunaan Trichogramma spp. pada berbagai sistem produksi tanaman.  Keefektifan parasitoid Trichogramma spp. dalam mengendalikan hama dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi: spesies Trichogramma yang digunakan, kualitas dan kebugaran parasitoid, jumlah parasitoid yang dilepaskan dan waktu pelepasan, metode pelepasan serta interaksi yang kompleks antara parasitoid, hama target,  tanaman dan kondisi lingkungan. Trichogramma spp. telah digunakan selama 10 tahun untuk mengendalikan hama penggerek batang jagung Ostrinia nubilalis pada areal 154.467 ha dan berhasil menurunkan kepadatan populasi penggerek hingga 97,52% (Han, 1988).

Pembiakan massal parasitoid di laboratorium dengan menggunakan inang pengganti menemui hambatan yaitu umur inang yang relatif singkat dengan waktu penetasan telur inang menjadi larva berlangsung cepat hanya dengan waktu 3-4 hari. Untuk mencapai tujuan tersebut, penting dilakukan penelitian tentang metode penyimpanan atau pengawetan telur inang sehingga kendala pembiakan parasitoid telur secara massal di laboratorium dapat diatasi. Ada beberapa cara pengawetan telur inang antara lain penyimpanan dalam suhu rendah, pengawetan dengan sinar ultraviolet dan penyimpanan dalam nitrogen cair.

Dalam proses penyimpanan telur inang diperlukan metode yang mudah dan murah. Penelitian Djuwarso dan Wikardi (1999) menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu rendah sangat efektif untuk memperlambat penetasan telur inang menjadi larva. Sehingga diperlukan penelitian tentang lama penyimpanan pada suhu rendah yang efektif serta hubungannya dengan preferensi para-sitisasi serta variabel-variabel kebugaran parasitoid.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan inang pada suhu rendah terhadap preferensi serta kesesuaian inang bagi parasitoid telur Trichogrammatoidea armigera Nagaraja (Hymenoptera:  Tri-chogrammatidae) sehingga memudahkan dalam pembiakan massal di laboratorium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: