PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI MELALUI KOMBINASI PUPUK ORGANIK LAMTOROGUNG DENGAN PUPUK KANDANG

Efendi

ABSTRACT

 

            Response of plant on agroinputs such as organic fertilizer is different, depending on cultivar. Nutrient composition of organic fertilizer is also varied from one to another. The cultivar of Kipas Putih and Anjasmara were studied. The growth and yield of soybean were significantly affected by cultivar and organic fertilizer,  composted from manure and green manure using EM-4.  The growth and yield of Kipas Putih were significantly better than those of Anjasmara.  Fertilization with 12.5 ton/ha of organic matter also increased growth and yield of soybean.

Keywords: green organic matter, manure, soybean


PENDAHULUAN

            Produktivitas kedelai nasional saat ini masih sangat rendah, yaitu 1,3 ton/ha (Atman, 2009). Padahal potensinya masih dapat ditingkatkan sampai 2,5 ton/ha melalui pemanfaatan teknologi maju dan pemeliharaan yang intensif. Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kedelai, misalnya penggunaan pupuk secara efisien, waktu tanam yang tepat, daya dukung lahan yang sesuai, serta penggunaan varietas unggul yang memiliki daya adaptasi yang tinggi/luas pada berbagai agroekosistem (Martodireso dan Suryanto, 2001).

Varietas merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha pengelolaan teknik budidaya tanaman. Pemilihan varietas memegang peranan penting dalam budidaya kedelai, karena untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi sangat ditentukan oleh potensi genetiknya. Bila pengelolaan lingkungan tumbuh tidak dilakukan dengan baik, maka potensi daya hasil biji yang tinggi dari varietas unggul tersebut tidak dapat tercapai (Adisarwanto, 2006). Sumarno dan Harnoto (1983) menjelaskan bahwa secara umum varietas unggul memiliki kelebihan dibandingkan dengan varietas lokal, baik terhadap sifat-sifat pertumbuhan maupun terhadap sifat produksinya. Oleh karena itu, penggunaan varietas yang bermutu tinggi merupakan cara yang paling mendasar dan termurah di antara cara-­cara lain untuk meningkatkan produksi tanaman.

Gardner, et al (1991) menyatakan bahwa faktor internal yang ada dalam kendali genetik bervariasi antara satu varietas dengan varietas lainnya. Sehingga suatu varietas yang cocok pada suatu kondisi tertentu belum tentu cocok pada kondisi agroklimat lainnya. Di samping itu, setiap varietas juga mempunyai respons yang berbeda-beda terhadap faktor-faktor eksternal, seperti agroinput yang diberikan kepada tanaman.

Masalah lainnya yang dihadapi dalam meningkatkan produktivitas kedelai saat ini adalah kurangnya daya dukung lahan yang produktif. Hal ini disebabkan terjadinya degradasi serta kerusakan lahan akibat pola pertanian konvensional saat ini yang lebih mengutamakan penggunaan input tinggi seperti pupuk  anorganik dan pestisida. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas kedelai harus diupayakan dengan cara-cara yang lebih baik, seperti menggunakan pupuk organik.

Sumber pupuk organik dapat berasal dari berbagai biomas atau bahan organik, seperti sisa tanaman atau hewan. Setiap bahan organik memiliki kandungan atau komposisi unsur hara yang berbeda-beda. Jenis apa dan dosis berapa yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai belumlah diketahui dengan pasti. Umumnya, sumber bahan organik yang baik adalah pupuk kandang serta kompos yang diolah dari tanaman leguminosa, seperti lamtorogung. Dosis pupuk organik direkomendasikan untuk kedelai adalah 20-30 ton/ha (Abdurahman, 2005).

Menurut Sarief (1986) pemberian pupuk organik yang tepat dapat memperbaiki kualitas tanah, tersedianya air yang optimal sehingga memperlancar serapan hara tanaman serta merangsang pertumbuhan akar. Pemberian pupuk organik yang berlebihan menyebabkan tanah menjadi asam, sebaliknya bila diberikan terlalu sedikit pengaruhnya pada tanaman tidak akan nyata. Oleh karena itu, diperlukan pemberian pupuk organik dalam jumlah yang tepat agar diperoleh hasil yang optimum. Namun, berapa dosis yang sesuai untuk pupuk organik yang dibuat dari kombinasi daun lamtorogung dan pupuk kandang belum diketahui secara tepat khususnya bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan dosis bahan organik  yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Diduga varietas dan dosis bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: