PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN FOSFOR PADA PADI GOGO TERHADAP SERANGAN KEPIK HIJAU

Alfian Rusdy

 

 

ABSTRACT

 

The purposes of this study were to determine the resistance levels of non-irrigated rice to green bug (Nezara viridula L.) after providing bio-fertilizers and dosages of phosphorus. This research was carried out in the Experimental Farm of Research Center for Agricultural Technology (BPTP) NAD, Banda Aceh. The research applied a completely randomized factorial design with 2 treatments, i.e., 4 dosage levels of bio-fertilizers and 4 dosage levels of phosphorus. The results showed that the percentage of damaged plants, percentage of eating inhibition, and the percentage of infected spikelet showed a significant difference between treatments. The higher the dosages of bio-fertilizers and phosphorus were given, the lesser damage and the greater the eating inhibitions were recorded, and the smaller the grains were broken.
Keywords: Nezara viridula, Bio-fertilizer, and phosphorus

 


 PENDAHULUAN

 

Bangsa Indonesia sejak dulu hingga kini sangat mengandalkan beras sebagai bahan pangan nasional. Dengan demikian produktivitas padi sebagai bahan baku beras harus terus ditingkatkan, bukan saja padi sawah namun juga padi gogo. Pada saat ini kontribrusi padi sawah pada produksi beras nasional mencapai 95% (Prasetyo, 2003). Pada masa yang akan datang kontribusi padi sawah hendaknya dapat diturunkan dan kontribusi padi gogo diharapkan meningkat. Harapan ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa potensi lahan kering sebagai lahan yang dapat ditanami padi gogo sangat luas di Indonesia (Handayani, 2001).

Upaya meningkatkan produksi pangan tidak terlepas dari teknologi di bidang pemupukan sebagai salah satu penentunya (Kasniari dan Supanda, 2007). Pemupukan merupakan usaha pemberian atau penambahan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk peningkatan produksi dan mutu tanaman (Sarief, 1989).

Salah satu langkah yang sedang gencar dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan pupuk hayati (Goenadi dan Herman, 1999). Pupuk hayati telah dilaporkan mampu meningkatkan efisiensi serapan hara, memperbaiki pertumbuhan dan hasil serta diyakini meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit (Hardianto, 2000 dalam Agung dan Rahayu, 2004).

Pupuk hayati merupakan suatu bahan yang mengandung mikroorganisme bermanfaat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil tanaman, melalui aktivitas biologi akhirnya dapat berinteraksi dengan sifat-sifat fisik dan kimia tanah. Mikroorganisme yang umum digunakan sebagai bahan aktif pupuk hayati adalah Azotobacter sp 2,0 x 107 – 105 sel/ml, Azospirillum sp 2,3 x 108 – 105 sel/ml, Mikroba Pendegradasi Selulose 3,5 x 107 – 104 sel/ml, Lactobacillus sp 1,5 x 104 – 103 sel/ml, Pseudomonas sp 1,7 x 106 – 104 sel/ml, P = 34,70 ppm; K = 1700 ppm; C Organik = 0,92%; N = 0,04% Fe = 44,3ppm; Mn = 0,23 ppm; Cu 0,85 ppm dan Zn = 3,7 ppm dan Mikroba pelarut fosfat 3,0 x 107 – 105 sel/ml (Simalongo, 2008).

Unsur fosfat berperan menjaga keseimbangan dari efek pemberian nitrogen yang berlebihan, merangsang pembentukan jaringan, dan memperkuat dinding sel sehingga diyakini dapat membuat tanaman menjadi resisten (Buckman dan Brady, 1982).

Penggunaan pupuk dengan perilaku berlebihan atau melebihi dosis yang dianjurkan akan mengakibatkan pada pemborosan energi dan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan (Goenadi dan Herman, 1999). Pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan tingkat haranya hanya akan mengakibatkan gangguan pada tanaman budidaya (Salim et al., 2003 dalam Juniati dan Syamiah, 2006).

Sistem pemupukan merupakan salah satu proses pengendalian hama secara kultur teknis dan termasuk kepada pengendalian hama terpadu. Seperti yang diketahui selama ini bahwa penggunaan pupuk yang tidak benar (waktu aplikasi, jenis, dan dosis) akan menyebabkan berbagai masalah terhadap tanaman, sebaliknya penggunaan pupuk yang berimbang dan dengan dosis serta waktu pemberian yang tepat dapat mengurangi perkembangan beberapa organisme pengganggu tanaman (OPT). Oleh sebab itu, pemakaian dosis pupuk harus benar-benar diperhatikan. Berdasarkan hasil penelitian Simalongo (2008) bahwa penggunaan pupuk hayati pada pertanaman padi sebanyak 6 Lha-1 yang diaplikasikan sebanyak 3 kali yaitu 3 hari sebelum tanam, 30 hari setelah tanaman, serta pada booting stage, sedangkan dosis anjuran penggunaan pupuk fosfor untuk tanaman padi gogo menurut Deptan (2006) adalah sebanyak 100 kg (SP-36) ha-1 yang diberikan 1 hari sebelum tanam.

Seperti halnya tanaman lain, tanaman padi gogo juga kerap terserang oleh serangga hama tanaman, salah satunya adalah kepik hijau (Nezara viridula) yang masih tercatat sebagai hama penting tanaman padi (Pracaya, 1995). Hama kepik hijau merupakan salah satu hama utama padi gogo yang merusak pada stadia generatif, yakni di saat tanaman telah membentuk bulir dalam keadaan matang susu (Hasan et al., 1992). Prihatman, (2000) dan Harahap (1994) menambahkan, kepik hijau (N. viridula) juga menyerang batang, daun dan bulir padi dengan cara mengisap cairan tanaman padi sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu selama masa hidup N. viridula. Kartosuwondo (1984), menyatakan bahwa lama hidup imago N. viridula jantan berkisar 7-134 hari sedangkan imago N. viridula betina berkisar 12-128 hari.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka perlu dikembangkan suatu sistem pemupukan yang sesuai dengan lingkungan juga mampu mendukung pencapaian produksi optimum dan aman terhadap lingkungan serta dimungkinkan yang dapat membuat tanaman padi gogo menjadi resisten. Salah satu sistem yang akan dicobakan adalah pengaruh pemberian pupuk hayati dan fosfor pada tanaman padi gogo terhadap hama kepik hijau (Nezara viridula).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: