KAJIAN BIOKOMPLEK TRICO-G DAN INOKULASI RHIZOBIUM PADA HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) MERRILL)

Jumini dan Rita Hayati

ABSTRACT

 

Study of Biokomplek Trico-G and Inoculation of Rhizobium on soybean yield has been conducted. The aim of research was to evaluate concentration of Biokomplek Trico-G and Rhizobium inoculation on yield.  The experiment used a randomized complete block design 4×2 with 3 replicates. Factors evaluated were concentration of Biokomplek Trico-G, consisted of 4 levels, that is: 0, 5, 10 and 15 g/L water and Rhizobium inoculation, consisted of 2 levels, that is without inoculation and inoculation with ex-soybean soil.  Results showed that the concentration of Biokomplek Trico-G had a highly significant effect on dry weight seed per crop and dry weight seed per hectare and had a significant effect on seed diameter. The best result was concentration of Biokomplek Trico-G at 10 g/L water.  Inoculation of Rhizobium had a highly significant effect on number of productive branches and a significant effect on number of fine pods per crop but insignificant effect on seed diameter, dry weight of seed per crop and dry weight of seed per hectare. The best result was inoculation with ex-soybean soil.

Keywords: Biokomplek Trico-G, inoculation, Rhizobium, soybean


PENDAHULUAN

         Kedelai merupakan tanaman pangan yang termasuk ke dalam famili Leguminoceae dan dikenal dengan nama ilmiah Glycine max (L.) Merrill, dan berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Tanaman kedelai kemudian menyebar ke daerah Mansyuria, Jepang (Asia Timur) dan Negara-negara lain di Amerika dan Afrika. Di Indonesia, tanaman ini dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai bahan pangan. Selain itu, kedelai juga dikenal sebagai pupuk hijau karena dapat meningkatkan kesuburan tanah (Purwono dan Purnamawati, 2008).

Kedelai mengandung kadar protein lebih dari 40% dan lemak 10 – 15%. Sampai saat ini kedelai masih merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang paling murah sehingga tidak mengherankan bila total kebutuhan kedelai untuk pangan mencapai 95% dari total kebutuhan kedelai di Indonesia (Adisarwanto dan Wudianto, 2007).

Sampai saat ini kebutuhan akan kedelai yang terus meningkat tidak dapat diimbangi oleh produksi nasional, sedangkan luas areal tanaman kedelai di Indonesia dari tahun ke tahun terus menurun. Bahkan pada kurun waktu 1995 hingga 2007 luas areal mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sekitar 61,75 %. Produksi kedelai hanya mampu mengisi sekitar 50% dari total konsumsi dalam negeri, sedangkan sisanya dipenuhi dari impor, terutama dari Amerika Serikat (Nainggolan, 1999). Produksi kedelai pada tahun 2005 mencapai 808,353 ton dengan produktivitas 1,30 ton/ha (Purwono dan Purnamawati, 2008).

Untuk meningkatkan produksi kedelai dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan usaha intensifikasi pertanian, diantaranya dengan menggunakan Biokomplek Trico-G dan Inokulasi Rhizobium.

Trico-G adalah biokomplek yang terdiri atas campuran jamur Tricoderma sp. Dan Gliocadium sp. Trico-G ini merupakan hasil penelitian bio-teknologi terbaru. Trico-biokomplek juga merupakan bioprectan dengan menggunakan bahan aktif Trichoderma harzianum dan Gliocladium sp sampai bioantagonis dan biofertilizer penyubur tanaman guna memperoleh hasil maksimal. Penggunaan pupuk organik biokomplek Trico-G dapat menyebabkan tanaman lebih tahan terhadap penyakit, produksi tinggi dan agro-ekosistem aman. Dosis anjuran pupuk organik ini adalah 90 g dalam 10 l air, selanjutnya disiramkan ke bedengan dua hari sebelum benih ditanam dan diulangi 3 hari setelah benih ditanam (PT. Primasit Andalan Utama, 2006).

Disamping penggunaan bahan organik Biokomplek Trico-G, perlakuan inokulasi Rhizobium pada tanaman kacang kedelai juga perlu mendapat perhatian. Inokulasi adalah usaha mempertemukan akar kacang-kacangan dengan bakteri Rhizobium, yang bertujuan untuk menghasilkan bintil akar yang efektif, sehingga penambatan N dari udara lebih terjamin. Proses tersebut diharapkan dapat melancarkan aktifitas metabolisme tanaman, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat (Alexander, 1981). Konstribusi Nitrogen melalui fiksasi sangat penting bagi pertanian. Inokulasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, umumnya dengan menggunakan tanah bekas tanaman kacang-kacangan, secara alami dan dengan menggunakan biakan murni Zhizobin.

Dari permasalahan di atas belum diketahui berapa konsentrasi bahan organik biokomplek Trico-G dan cara inokulasi yang sesuai, agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Biokomplek Trico-G dan inokulasi Rhizobium terhadap hasil tanaman kedelai.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: