PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG AKIBAT PEMBERIAN PUPUK DAUN GANDASIL D DAN ZAT PENGATUR TUMBUH HARMONIK

Jumini dan Ainun Marliah

ABSTRACT

 

The aim of this research was to study effect of Gandasil D fertilizer concentration and Harmonik growth regulator on growth and yield of egg plants. Experimental design used was a factorial 3 x 4 with three replications. The two factors investigated were Gandasil D concentration (0 g/l, 2 g/l and 4 g/l of water), and Harmonik growth regulator concentration (0 cc/l, 1 cc/l, 2 cc/l and 3 cc/l of water).         Results showed that Gandasil D fertilizer concentration significantly affected length of egg plants and its biomass. The best result of Gandasil D fertilizer was at concentration of 2 g/ l of water. Growth regulator agent concentration showed significant effects on plant height of 30 days and 60 days.  The best concentration was  3 cc/ l of water.  There was a correlation between Gandasil D fertilizer concentration and Harmonik growth regulator on diameter and length of egg plant.

Keywords: Fertilizer, Gandasil D, Harmonik, Growth Regulator Agent


PENDAHULUAN

 

            Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur-sayuran yang termasuk famili Solanaceae. Buah terung disenangi setiap orang baik sebagai lalapan segar maupun diolah menjadi berbagai jenis masakan. Menurut     Sunarjono et al. (2003) bahwa setiap 100 g bahan mentah terung mengandung     26 kalori, 1 g protein, 0,2 g hidrat arang, 25 IU vitamin A, 0,04 g vitamin B dan   5 g  vitamin C.[1] Selain itu, terung juga mempunyai khasiat sebagai obat karena mengandung alkaloid solanin, dan solasodin yang berfungsi sebagai bahan baku kontrasepsi oral. Buah terung juga diekspor dalam bentuk awetan, terutama jenis terung jepang.

Permintaan terhadap terung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk  yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat sayur-sayuran dalam memenuhi gizi keluarga, sehingga produksi tanaman terung perlu terus ditingkatkan. Untuk meningkatkan produksi tanaman terung dapat dilakukan secara ekstensifikasi dan intensifikasi, namun dalam usaha peningkatan produktivitas dan efisiensi penggunaan tanah, cara intensifikasi merupakan pilihan yang tepat untuk diterapkan. Salah satu usaha tersebut adalah dengan penggunaan pupuk dan zat pengatur tumbuh.

Pemupukan dapat dilakukan melalui tanah dan daun. Pemupukan melalui daun lebih efisien karena proses penyerapan haranya lebih cepat (Setyamidjaja, 1986). Selain itu, keuntungan lainnya adalah apabila pupuk daun tersebut jatuh ke tanah, masih dapat dimanfaatkan oleh tanaman (Buckman dan Brady, 1982).  Salah satu pupuk daun yang mengandung hara makro dan mikro adalah  Gandasil D.  Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari penggunaan pupuk daun, maka faktor yang sangat penting diperhatikan adalah konsentrasi dan interval pemberiannya.  Menurut Suhadi (1990) bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemupukan melalui daun adalah konsentrasi larutan, jenis tanaman dan waktu pemberian. Menurut Lingga dan Marsono (2005) bahwa penggunaan pupuk daun dengan konsentrasi berlebih akan menyebabkan gejala daun-daun seperti terbakar dan layu, kering dan akhirnya gugur. Hal ini tentunya sangat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman. Adapun anjuran dari pupuk Gandasil D untuk tanaman sayur-sayuran adalah 1-3 g/liter air dengan interval waktu pemberian 8-10 hari sekali[2].

Selain penggunaan pupuk daun, penggunaan zat pengatur tumbuh juga mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, di antaranya Harmonik. Zat pengatur tumbuh Harmonik berperan dalam pembesaran dan diferensiasi sel, mempercepat aliran asam amino dan zat makanan ke seluruh bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi. Selain itu,  ZPT Harmonik mengandung auksin, giberelin dan sitokinin  yang mampu mendorong pertumbuhan dan perpanjangan bagian tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan dan menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil. Keuntungan lain dari pemberian ZPT Harmonik adalah mempunyai kisaran pemberian dengan konsentrasi lebih besar, sehingga apabila pemberian berlebih tidak membahayakan tanaman, mudah terurai oleh alam, aman bagi manusia dan ramah lingkungan. Konsentrasi ZPT Harmonik yang dianjurkan untuk tanaman sayur-sayuran adalah 1-2 cc/liter air[3].  Dari uraian di atas belum diketahui berapa konsentrasi pupuk daun  dan ZPT Harmonik yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung, sehingga perlu dilakukan penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk daun Gandasil D dan ZPT Harmonik yang tepat serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung.

 


8 responses to this post.

  1. Posted by nurul on December 28, 2010 at 9:41 am

    kok cuma segini hasil dan pembahasannya mana………………………………………………………………………………….

    Reply

    • Posted by Muhammad Hatta on December 29, 2010 at 2:13 am

      Nurul, ini cuma abstraknya. Pembahasannya ada dalam artikel lengkap. Bisa dipesan lho. Tk komenartarnya

      Reply

  2. Posted by ega on April 24, 2012 at 4:16 pm

    bisa ngga pa kirim pembahasanya…

    Reply

  3. Posted by winda on May 31, 2012 at 5:20 am

    penelitiannya itu dilakukan bulan pa ya? n dari mulai tanam sampai panen itu berapa bulan kira-kira?

    Reply

  4. Posted by nofy on June 29, 2012 at 8:37 am

    gmana cara mesennya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: