PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PINANG

Iwan Wahyudi dan Muhammad Hatta

 

ABSTRACT

 

This study was aimed at finding an appropriate dosage of compost and urea for seedling growth of betel palm. In addition, this study was also to determine whether the provision of compost can increase effectiveness of urea fertilizer for seedling growth of betel palm. Results of research showed that compost significantly affected seedling growth of betel palm. The best dosage of compost for the seedling growth was 1.5 kg per seedling. Urea fertilizer also significantly affected seedling growth of betel palm. The best dosage of urea for the seedling growth was 1.5 g per seedling. There were no significant interactions in most variables of seedling growth observed.

 

Keywords: betel palm, compost, urea

 

PENDAHULUAN

 

Tanaman pinang termasuk salah satu tanaman tahunan yang sangat dikenal oleh masyarakat karena secara alami penyebarannya cukup luas di berbagai daerah. Beberapa jenis pinang yang dikenal di Indonesia, di antaranya Pinang Biru, Pinang Hutan, Pinang Irian, Pinang Kelapa dan Pinang Merah (Lutony, 1992).

Pinang memiliki banyak manfaat.  Namun, saat ini banyak masyarakat hanya mengenal pinang sebagai tanaman yang hanya bermanfaat untuk bahan sirih saja. Padahal, masih banyak  manfaat lain antara lain sebagai tanaman penghijauan, bahan bangunan, bahan ramuan obat tradisional, bahan baku industri dan tanaman hias. (Lutony, 1992)[1]

Di Nanggroe Aceh Darussalam permintaan pinang terutama biji yang sudah dikeringkan makin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2002 permintaan biji pinang mencapai 16 ton dan pada tahun 2006, permintaan akan biji pinang sudah mencapai 20 ton pertahunnya. Ini menunjukkan bahwa pinang dapat menjadi komoditi yang sangat menjanjikan (Dinas Kehutanan, 2007). Mengingat prospek yang sangat cerah maka pinang perlu dibudidayakan secara intensif, selain untuk memenuhi permintaan pasar, juga dapat menjadikan sarana pelestarian sumber daya alam, tanah, dan air.

Untuk menunjang keberhasilan pengembangan pinang khususnya persemaian bibit pinang, perlu adanya kegiatan pemeliharaan yang memadai di pembibitan. Salah satu kegiatan pemeliharaan adalah melakukan pemupukan yang bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanpa adanya penambahan unsur hara melalui pemupukan, pertumbuhan dan perkembangan bibit, yang hanya bergantung pada persediaan hara yang ada di dalam media tanah, akan menjadi lambat

Pemupukan merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman (Nyakpa dan Har, 1985; Suhardi 1983). Pemupukan dapat dilakukan dengan memakai bahan kimiawi atau pun bahan organik.  Penggunaan pupuk organik seperti kompos merupakan salah satu pemupukan alternatif dalam usaha meningkatkan kualitas bibit.

Pupuk kompos yang merupakan sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami perubahan dan proses fermentasi tumpukan sampah dan serasah tanaman, memegang peranan penting dalam memperbaiki kondisi tanah. Hakim et al. (1986) menyatakan kompos sangat berperan dalam memperbaiki sifat-sifat tanah seperti memperbaiki struktur tanah, tata air dan udara tanah, temperatur tanah, dan  sifat kimiawi tanah karena adanya  daya absorbsi dan daya tukar kation yang besar. Selain itu, kompos juga berperan dalam  memperbaiki kehidupan mikroorganisme di dalam tanah (Simamora, 2006).

Selain kompos, pupuk urea juga dapat meningkatkan pertumbuhan bibit. Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung unsur nitrogen sebanyak 45 % yang berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti pembentukan klorofil, membentuk lemak, protein dan memacu pertumbuhan daun, batang dan akar (Marsono dan Sigit, 2005).

Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen memperlihatkan pertumbuhan yang terganggu. Tanaman akan tumbuh kerdil, sistem perakarannya terbatas, daun akan berwarna kekuning-kuningan (klorosis), jaringan tanaman mengering dan mati. Sebaliknya, kelebihan nitrogen juga memberikan pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman berupa lambatnya pemasakan  buah, tanaman mudah rebah karena banyak menyerap air, dan tidak tahan terhadap penyakit dan serangan hama sehingga dapat menurunkan kualitas hasil (Hidayat, 1978).

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk kompos dan urea  yang tepat untuk pertumbuhan bibit pinang. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui apakah pemberian pupuk kompos dapat menambah efektivitas pupuk urea bagi pertumbuhan bibit pinang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: