PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA ANTIOKSIDAN SEBELUM SIMPAN TERHADAP UMUR SIMPAN BENIH KAPAS

Halimursyadah dan Endang Murniati

ABSTRACT

Cotton (Gossypium hirsutum L.) seeds ‘Kanesia 8’ were treated with antioxidants to maintain viability and vigor during ageing.  Antioxidants which were used are α-tocopherol and extract of red fruit) dissolved in acetone, ascorbic acid dissolved in water also.   Seeds were stored at 70-80% relative humidity and 28-29ºC for 12 weeks.  Periodically, viability and vigor were determined.  Seed viability and vigor were estimated by percentage germination, speed of germination, T50, and Index of vigor.  Seeds treated with α-tocopherol 150 ppm showed the highest viability and vigor during the ageing period, while ascorbic acid 300 ppm also retarded the rate of ageing.  Treating seeds with red fruits showed the highest of T50.  The ability of α-tocopherol, ascorbic acid and red fruit to reduce viability and vigor loss of stored cotton seeds may be due to their ability to inhibit lipid peroxidation.

Keywords : cotton, α-tocopherol, ascorbic acid, red fruit, ageing, viability and vigor

 


PENDAHULUAN

 

            Produktivitas tanaman kapas sangat ditentukan dari penggunaan benih bermutu.  Kendala yang sering dihadapi untuk jenis kapas Gossypium hirsutum adalah produksi benih yang rendah, sedangkan kualitas seratnya sangat baik.   Selain itu, viabilitas benih kapas ini mudah mengalami penurunan karena benihnya tergolong oily seed dengan kandungan lemak 32,5 %, yang memerlukan penanganan simpan yang tepat.

Salah satu indikasi kemunduran benih adalah meningkatnya kandungan lipid peroksida dan radikal bebas di dalam benih.  Kandungan lipid peroksida yang tinggi dapat merusak integritas membran sehingga menyebabkan benih kehilangan viabilitas dan vigor selama penyimpanan (Copeland dan Donald,  1995).

Penurunan mutu pada benih yang telah mengalami periode simpan dapat diatasi melalui teknik invigorasi.  Invigorasi adalah usaha yang dilakukan terhadap benih untuk meningkatkan viabilitas dan vigor pada benih yang belum mengalami kemunduran lanjut.  Invigorasi atau priming pada benih dapat dilakukan melalui hydropriming yaitu suatu cara perendaman benih dengan menggunakan larutan tertentu.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemunduran lanjut pada benih berlemak adalah pemberian senyawa antioksidan.  Hasil penelitian pada benih terong yang diberikan senyawa asam askorbat, pyridoxine dan thiamine dapat meningkatkan berat kering dari hipokotil dan radicula (El-Zawahry et al., 1994).  Indikasi peningkatan berat kering menunjukkan peningkatan vigor atau kekuatan tumbuh benih.  Pemberian a-tocopherol, butylated hydroxyanizole (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT) pada benih pea yang telah mengalami penyimpanan nyata dapat memperbaiki viabilitas dan vigor benih (Gorecki dan Harman,  1987).

Pemberian senyawa antioksidan pada benih sebelum simpan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses kemunduran dalam benih. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian senyawa antioksidan seperti asam askorbat, a-tocopherol dan sari buah merah (Pandanus conoideus) terhadap umur simpan benih kapas (Gossypium).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: