PENGARUH PENGGENANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF CABAI

Safrizal, Edi Santosa, dan Bakhtiar

ABSTRACT

Generally, chilli grows at dry season, but only offers low price of the yield. To obtain high price of the yield, usually farmers grow this crop at out of season, i.e. wet season. Wet season, however,  has more limiting factors to increase the yield, such as water logging. The aim of this study was to understand the resistance of plant to water logging. Seedlings at 21 days of age were planted in plastic container. The result indicated that full water logging and half water logging inhibited vegetative growth of chilly. However, the seedlings were survive until 3 week of logging. Full water logging caused horizontal growth of roots. Full water logging also caused increase of chlorophyl b, antocianin, and carotenoid, but decrease of chlorophyl a.

Keywords:  chilly, deep of logging, chlorophyl

 


PENDAHULUAN

            Cabai (Capsicum annum, L.) merupakan salah satu sayuran penting yang identik dengan aroma dan rasanya yang pedas. Beberapa varietas cabai mempunyai keunikan dalam bentuk dan warna yang dapat digunakan sebagai tanaman hias. Di samping kontribusi dalam hal aroma dan rasa, cabai merupakan sumber provitamin A dan vitamin C.  Cabai juga digunakan sebagai obat terutama di Afrika dan penduduk asli Amerika Latin.[1]

Kebutuhan cabai di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik menunjukkan kebutuhan cabai dalam negeri pada tahun 2003 sebesar sebesar 176.264 ton dan meningkat menjadi 194.588 ton pada tahun 2004. Namun demikian, luas pertanaman cabai tidak diikuti oleh tingginya produktivitas. Pada tahun 2004, produktivitas cabai merah hanya 5.67 ton ha-1 (Departemen Pertanian, 2006).

Pada tanah sawah, umumnya cabe hanya ditanam pada musim kemarau sehingga hasilnya tidak optimal. Untuk meningkatkan hasil per tahun petani juga berusaha menanam pada musim hujan, namun pada saat tersebut lahan tanam biasanya jenuh air. Teknik budidaya jenuh air merupakan cara manipulasi lingkungan yang berpangkal dari prinsip pengaturan sistem tata air dengan cara pemberian secara terus menerus dengan tinggi muka air yang tetap sehingga lapisan tanah di bawah perakaran menjadi jenuh air (Hunter et al. 1980; Sumarno, 1986).  Tahap aklimatisasi tanaman cabai terhadap jenuh air berlangsung selama 2 minggu  (Troedson et al.,1983) atau antara 2 – 4 minggu (Lawn, 1985).

Penerapan budidaya jenuh air dapat dilakukan pada areal pertanaman dengan irigasi cukup maupun pada areal dengan drainase kurang baik. Kelebihan air akan menyebabkan jumlah pori untuk aerasi berkurang, dapat merusak struktur tanah dan akhirnya akan mengurangi total ruang pori. Penurunan ukuran  dan total ruang pori akan meningkatkan tahanan difusi dan menurunkan koefisien difusi. Hal ini menyebabkan laju difusi dan pertukaran gas menurun (Ghulamahdi, 1999).

Hasil penelitian Amrullah (2000) menunjukkan pada kondisi tergenang mikroorganisme anaerobik fakultatif tertentu menggunakan nitrat sebagai sumber oksigen dalam respirasi, sehingga menyebabkan denitrifikasi dengan melepaskan nitrogen oksida (N2O). Denitrifikasi akan menurunkan nitrat-N, dan merupakan gejala umum pada kondisi tanah tergenang. Dalam kondisi tergenang, N diserap dalam bentuk amonium, sehingga jika dilakukan pemupukan, amonium akan dinitrifikasi. Hal ini menyebabkan nitrat mengalami denitrifikasi karena mudah tercuci.

Berkaitan dengan faktor tanaman, salah satu aspek fisiologi yang secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya hasil tanaman adalah kandungan klorofil. Klorofil merupakan absorber energi radiasi matahari dan sebagai organel yang dapat mengubah energi radiasi menjadi energi kimia (Taiz dan Zeigler, 2002). Klorofil merupakan faktor internal tanaman yang sangat mempengaruhi efisiensi dan laju fotosintesis. Tanaman yang memiliki kandungan klorofil tinggi akan sangat efisien dalam penggunaan energi radiasi matahari untuk melaksanakan proses fotosintesis. Tanaman tersebut juga akan mampu memanfaatkan energi matahari secara maksimal (Lawlor, 1987).

Berdasarkan peranan dan fungsi klorofil yang penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai, kandungan klorofil daun dapat digunakan sebagai salah satu alternatif kriteria seleksi awal tanaman yang akan mampu menduga suatu varietas cabai unggul dengan potensi pertumbuhan dan produktivitas yang tinggi.

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat resistensi pertumbuhan vegetatif tanaman cabai pada kondisi jenuh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: