VIABILITAS BENIH SEBAGAI INDIKATOR TINGKAT PENCEMARAN LINGKUNGAN

Jumini

 

ABSTRACT

 

Germination of some seed species are very sensitive to environmental conditions and it could be used as an indicator of pollution level. The aim of this research was to study the viability of seeds of some species on some environmental pollution levels caused by lubricant waste. Units of this research were arranged by Factorial Randomized Completely Block Design with 3 replicates. Four levels of lubricant waste were 0, 1, 2 and 3 ppm, and 3 levels of seed species were spinach, mungbean, and soybean. The results showed that seed germination rate was very significantly affected by lubricant waste. The viability of spinach, mungbean, and soybean seeds pointed by seed germination rate could be an indicator of environmental pollution level caused by lubricant waste by equation; Y = 39.19 – 2,15x with r = -0.87. Potential germination, germination rate, seedling vigor, and seedling dry mass very significantly affected by seed species, but not on germination capacity. There were no significant interactions between the two treatments on all parameters observed.

Keywords: lubricant waste, pollution, seed viability, indicator

 

 

PENDAHULUAN

 Pencemaran merupakan masalah lingkungan yang sangat penting diantara faktor-faktor yang menyebabkan krisis lingkungan hidup. Bahan pencemaran disebut pollutan, atas dasar kemampuan lingkungan untuk memecahkan atau menghancurkan pencemaran, maka pollutan dapat bersifat biodegredable dan non-biodegredable. Menurut Sastrawijaya (1991) pencemaran adalah bila berpengaruh jelek terhadap lingkungan hidup. Pengertian pencemaran ada berbagai rumusan, menurut UU No 23 Tahun 1997, pencemaran adalah masuknya atau dimasukannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

Tingkat pencemaran dapat ditentukan dengan menggunakan parameter-parameter sebagai indikator pencemaran lingkungan antara lain parameter kimiawi, biokimia, fisik dan biologis. Guslin (1993) menyatakan bahwa makhluk hidup sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan, oleh karena itu dapat memberikan gambaran mengenai kindisi lingkungan. Nazamuddin (1994) menyatakan bahwa organisme-organisme yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan di suatu tempat disebut indikator ekologi. Salah satu sarat indikator ekologi (biologi) adalah organisme yang memiliki kisaran toleransi yang sempit (steno) lebih baik dibandingkan dengan organisme yang memiliki kisaran toleransi yan luas (eury).

Viabilitas terutama perkecambahan benih beberapa speises tanaman sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan saat proses perkecambahan berlangsung, karena itu bersifat steno yang dapat dijadikan sebagai indikator  tingkat pencemaran. Menurut PP RI No. 20 Tahun 1990 dan SK Menteri KLH No. 03 Tahun 1991, keadaan minyak dan lemak dalambakumutu air golongan C adalah maksimum         1 ppm. Parameter  fisik dan kimiawi telah banyak dikembangkan sebagai indikator tingkat pencemaran lingkungan. Namun indikator biologi sekarang ini sangat mendapat perhatian penting, karena secara langsung dapat diketahui pengaruh pencemaran terhadap mahluk hidup itu sendiri.

Perkecambahan (viabilitas) benih beberapa spesies sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan perkecambahan (air, oksigen dan suhu), kehadiran bahan pencemar, dalam hal ini oli bekas dalam lingkungan perkecambahan diduga dapat mempengaruhi ketersediaan air dan oksigen saat perkecambahan.

Uji viabilitas benih ditujukan untuk mengetahui kemampuan benih untuk tumbuh di lapangan sebelum di tanam, maka harus diciptakan kondisi sehingga benih itu bernilai agronomis serta apakah kecambah itu dapat menjadi tanaman normal dalam keadaan alami yang menguntungkan (Brown dan Toole, dalam Sadjad, 1972).

Namun secara spesifik belum diketahui tingkat konsentrasi oli bekas yang berpengaruh terhadap viabilitas beberapa jenis benih tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi oli bekas terhadap viabilitas beberapa jenis benih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: