SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DAN PEMBERIAN PUPUK DAUN PADA TOMAT HIDROPONIK

  

Mardhiah Hayati

 

ABSTRACT

 

            A research of using various media and fertilizers on tomato planted hydroponically has been conducted in the green house of Agriculture faculty, Syiah Kuala University, Banda Aceh, starting from July to November 2002. The objective of research was to observe the influence of various media and fertilizer, as well as the interaction of each other to the growth and yield of tomato planted hydroponically. The treatment composed of two factors, namely various media (paddy’s husks / kuntan, sands, and mixture of  kuntan and sands) and fertilizers (Vitamon, Bayfolan, Complesal and Hoagland solution). The research was assigned in completely randomized design in a factorial manner, consisting three replications. The results showed that the best growth and highest yield of the tomato were found in the mixture medium (kuntan + sands). These results were significantly different from those of the single medium. The use of Hoagland solution resulted on the best growth and highest yield of tomato which were not significantly different from those of Bayfolan and Complesal Fertilizer. It is observed that there were no significant interactions between the two factors tested.

Keywords:   Hydroponics, paddy’s husks, kuntan, Vitamon, Bayfolan, Complesal, Hoagland



PENDAHULUAN

            Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Hill) termasuk tanaman sayuran yang mengandung vitamin dan mineral. Di Indonesia pembudidayaan tomat sudah lama dilakukan, namun kegagalan untuk memperoleh hasil  buah tomat yang tinggi masih sering dialami diantaranya disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Selain itu, keterbatasan lahan produktif terutama di daerah-daerah yang berpenduduk padat juga menjadi masalah. Sementara itu, kebutuhan pasar akan buah tomat terus meningkat.

            Cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam dikenal dengan budidaya hidroponik. Teknik ini membutuhkan bahan kimia yang mahal harganya sebagai larutan hara dan media serta ditanam di rumah kaca. Davtyan (1976) mendapatkan bahwa hasil buah tomat yang ditanam secara hidroponik 2.9 kali lebih tinggi dari hasil tomat yang dibudidayakan di tanah.

             Beberapa kelebihan bertanam secara hidroponik dibandingkan penanaman dengan menggunakan media tanah adalah masalahhamadan penyakit yang dapat dikurangi, produk yang dihasilkan umumnya berkualitas lebih baik sehingga harga jualnya lebih tinggi (Prihmantoro dan Indriani, 1995). Selain itu bertanam secara hidroponik dapat dilakukan dalam ruang yang lebih sempit, sehingga pekarangan yang sempitpun  dapat dimanfaatkan secara intensif. Keuntungan-keuntungan yang disebut di atas memungkinkan teknik budidaya ini dapat dilakukan oleh petani berlahan sempit, atau daerah-daerah  yang kurang subur diIndonesia, sehingga ketergantungan pada tanah subur dapat dikurangi.

            Media yang digunakan untuk pertanaman hidroponik harus ringan, porous dan bersih misalnya pasir, kerikil, pecahan batu bata, vermikulit dan zeolit. Sekam padi yang merupakan limbah pabrik penggilingan padi juga dianggap potensial untuk dijadikan media karena arang sekam padi (kuntan) telah diketahui mempunyai sifat-sifat tersebut di atas, jadi merupakan alternativ yang dapat digunakan dalam pertanaman hidroponik. Dengan demikian penyediaan media tanam bukan menjadi kendala utama dalam hidroponik.

            Media tanam yang diasumsikan tidak mengandung hara, mutlak memerlukan larutan hara yang mengandung unsur hara makro atau mikro dan diberikan secara teratur  serta efisien. Larutan hara dalam hidroponik merupakan campuran bahan kimia yang harus diramu sendiri. Selain harganya yang mahal juga diperlukan keterampilan yang tinggi untuk menimbang dan meramu bahan kimia tersebut. Penggunaan pupuk daun potensial untuk dijadikan larutan hara tanaman dengan sistem budidaya ini, karena mengandung unsur makro dan mikro. Namun dari segi kecukupan hara masih perlu dipertanyakan kemungkinan penggunaannya.

            Bila pupuk daun dapat dijadikan larutan hara untuk sistem budidaya hidroponik, maka sistem hidroponik dapat diterapkan pada petani-petani kecil. Harga pupuk ini relatif murah dan lebih mudah digunakan dibandingkan berbagai bahan kimia yang harus diramu sendiri.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis media tanam dan pupuk daun serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat secara hidroponik.

4 responses to this post.

  1. Posted by adityo on April 11, 2009 at 2:10 pm

    Selamat malam
    Bolehkah nutrisi untuk tomat hidroponik dari sekam padi diganti limbah pabrik kelapa sawit.
    Demikian dan terimakasih

    Reply

    • Posted by Muhammad Hatta on April 13, 2009 at 8:53 am

      Tentu saja sekam padi boleh diganti dengan limbah pabrik kelapa sawit. Tetapi tentu saja hasilnya tidak akan persis sama, karena keduanya memiliki sifat yang berbeda.

      Reply

  2. Posted by agus on November 22, 2012 at 2:22 pm

    berapa perbandingan komposisi antara, sekam dan material yang lain, dan apa merek larutan Hara,yang bagus?? dan kalau mau meramu sendiri apa saja bahan-bahannya pak.??? trimks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: