Posts Tagged ‘Trichoderma harzianum’

UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM OXYSPORUM DENGAN PEMANFAATAN AGEN HAYATI CENDAWAN FMA DAN TRICHODERMA HARZIANUM

Alfizar, Marlina, dan Nurul Hasanah

 

ABSTRACT

The objectives of the research were to determine effectiveness of antagonist T. harzianum and fungi micorrhyze in suppressing growth of Fusarium oxysporum on tomato. The research used a factorial completely randomized design, consisting of sixteen combination treatments and three replications. The first factor was doses of T. harzianum, consisting of four levels, i.e. 0, 15, 30, and 45 g.polybag-1. The second factor was doses of micorrhyze, also consisting of four levels, i.e. 0, 5, 10, and 15 g.polybag-1. Variables observe were incubation period, length of xylem discoloration and percentage of wilting plant. The data were analyzed statistically by analysis of variance. The least significant difference test (LSD) at the 0.05 level was used to see the difference between the treatments. The results showed that applications of fungi mycorhize and T. harzianum affected growth of F. Oxysporum f sp. Lycopersici. The incubation period of F. oxysporum on tomato was longer, 20.5 days when applied with mycorrhize 15 g.polybag-1 and T. harzianum 45 g.polybag-1 compared to control 17.75 days. The length of xylem discoloration was only 2.39 cm when treated with FMA 15 g.polybag-1 compared to control 13.44 cm, while xylem discoloration was 6.56 cm when applied with T. harzianum 45 g.polybag-1 compared to control 8.65 cm. Application of mycorrhize 15 g.polybag-1 and T. harzianum 45 g.polybag-1 caused a decreased percentage of wilting plant. The percentage of wilting plant was 35 % when treated with FMA 15 g.polybag-1 compared to control 74.28% and 42.50% when treated with T. harzianum 45 g.polybag-1 compared to control 54.64%. There was no interaction between fungi mycorrhize and T. harzianum for xylem discoloration and percentage of wilting plant.

Keyword: Fusarium oxysporum f.sp, T. harzianum, FMA, biological control


PENDAHULUAN

Fol merupakan salah satu jamur tular tanah atau “soil-borne pathogen”. Jamur ini menular mela-lui tanah atau bahan tanaman yang berasal dari tanaman sakit, dan menginfeksi tanaman melalui luka pada akar yang dapat menyebabkan penyakit layu pada tanaman tomat. Patogen ini dapat bertahan hidup dalam tanah berupa klamidospora dalam jangka waktu yang lama meskipun lahan tidak ditanami. Patogen ini juga dapat menyerang pada semua stadia. Tanaman muda yang terserang menjadi busuk pada bagian bawah batang, daun-daun layu mengerut dan akhirnya mati (Semangun, 1989). Semangun (1996) menyatakan bahwa patogen tular tanah dapat menimbulkan penyakit pada tanaman sebelum berkecambah, pada masa perkembangan, pada waktu tanaman masih muda atau menjelang berbunga dan berbuah.

Daur hidup Fusarium oxysporum mengalami fase pato-genesis dan saprogenesis. Pada fase patogenesis, jamur hidup sebagai parasit pada tanaman inang. Apabila tidak ada tanaman inang, patogen hidup di dalam tanah sebagai saprofit pada sisa tanaman dan masuk fase saprogenesis, yang dapat menjadi sumber inokulum untuk menimbul-kan penyakit pada tanaman lain. Penyebaran propagul dapat terjadi melalui angin, air tanah, serta tanah terinfeksi dan terbawa oleh alat pertanian dan manusia (Doolite et al., 1961 dalam Winarsih, 1997).

Pengendalian secara biologi sudah luas digunakan dengan menggunakan jamur-jamur saprofit yang bersifat antagonis terhadap Fol di antaranya dengan menggunakan fungi mikoriza arbuskula (FMA). FMA sudah banyak diteliti sebagai agen antagonis terhadap beberapa patogen penyebab penyakit tanaman. Potensi FMA sebagai agen antagonis tergantung pada kondisi lingkungan. Beberapa hasil penelitian menunjuk-kan bahwa perkembangan FMA tidak terjadi pada media yang tidak diinokulasi dengan Trichoderma spp. Komaryati (1993) dalam Winarsih (1997) melaporkan bahwa pada media tanpa inokulasi FMA, meski-pun ditemukan FMA, namun tidak dapat berkembang dan menginfeksi tanaman inang, kecuali ditambahkan Trichoderma dalam jumlah persen yang kecil.

Keberadaan FMA juga ber-sifat sinergis dengan bakteri pelarut fosfat dan Trichoderma sp (Setiadi, 1989). Penelitian mengenai penggu-naan T. harzianum dan FMA untuk menekan perkembangan jamur Fol hingga saat ini masih perlu dilaku-kan. Untuk mengetahui penggunaan T. harzianum yang dipadukan dengan mikoriza dalam menekan perkembangan Fol pada tanah yang ditanami tomat, maka perlu dilakukan penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FMA dalam mengendalikan penyakit layu Fusari-um oxysporum f. sp lycopersici pada tanaman tomat yang diberi T. harzianum pada taraf yang berbeda.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.