PENGARUH JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS

 

Syafruddin, Nurhayati, dan Ratna Wati

ABSTRACT

A research was conducted at Experimental Farm of Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University in February – Mei 2011. The objectives of the research were to determine effect of kind of fertilizer on growth and yield of several sweet corn varieties and also to know interaction between both factors mentioned. The experiment was performed using a randomized complete block design (RCBD), 3 x 3 with 3 replications. There were two factors studied, namely kinds of fertilizer, consisting of 3 levels: organic fertilizer, NPK and liquid organic fertilizer NASA. The second factor was varieties consisting of 3 levels: Bonanza, Manise, and Jago F1. The results showed that kinds of fertilizer exerted highly significant effects on diameter of bottom stem at age 45 day after planting (DAP), number of leaves at 45 DAP, leaf length at age 30 and 45 DAP and exerted a significant effect on ear length without cornhusk. The highest growth and yield of sweet corn was found in NPK fertilizer treatment. Varieties of sweet corn exerted highly significant effects on plant height age 15 DAP, diameter of bottom stem at age 30 and 45 DAP, number of leaf at age 15 DAP, leaf width at age 15, 30, and 45 DAP and exerted significant effects on ear length without cornhusk, ear diameter without cornhusk, ear weight per bed with border plant, ear weight per bed without border plant, ear weight with cornhusk and plant height at age 30 and 40 DAP, diameter of bottom stem at age 15 DAP, number of leaf at age 45 DAP, leaf length at age 15 and 45 DAP. The highest of growth and yield was found at Variety Bonanza. Additionally, there was no interaction between kinsd of fertilizer and several varieties of sweet corn on growth and yield of all variables observed.

Keywords: organic fertilizer, soil, sweet corn, variety

PENDAHULUAN

Di Indonesia penanaman jagung manis (Zea mays saccharata STURT L.) dewasa ini telah berkembang. Tanaman jagung manis sangat respons terhadap tanah dengan kesuburan tinggi. Selaras dengan pernyataan di atas dalam hal pengolahan tanah harus diperhatikan aspek pemupukan. Dalam pemupukan ketepatan dosis, cara dan waktu pemupukan yang tepat sangat penting agar produksi optimum. Pupuk yang biasa diberikan dalam budidaya jagung manis adalah pupuk organik (alami) dan pupuk buatan (kimia). Pupuk organik yang umum diberikan yaitu pupuk kandang dan pupuk hijau, sedangkan pupuk buatan yang umum diberikan adalah urea, KCl, NPK dan SP 36 yang diberikan pada saat penanaman (Hardjodinomo, 1970; Sahoo and Mahapatra, 2007 ).

Pupuk kandang merupakan salah satu pupuk organik yang mengandung hara makro dan hara mikro, yang dapat memperbaiki sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Marsono, 2001). Pupuk kandang dapat berasal dari kotoran sapi, ayam atau bebek yang benar-benar telah matang yang dapat digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan. Selain itu pupuk kandang dapat menghasilkan hormon sitokinin dan giberelin yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Jumlah pupuk kandang yang diberikan ke dalam tanah berkisar antara 20-30 ton/Ha. Cara pemberiannya tergantung pada jenis tanaman yaitu dapat dengan cara disebar merata di atas permukaan tanah (Cahyono, 1998).

Pupuk NPK Mutiara disebut juga sebagai pupuk majemuk karena mengandung unsur hara utama lebih dari 2 jenis, dengan kandungan unsur hara N (15%) dalam bentuk NH3 , P (15%) dalam bentuk P2O5 dan K (15%) dalam bentuk (K2O). Unsur fosfor (P) yang berperan penting dalam transfer energi di dalam sel tanaman, mendorong perkembangan akar dan pembuahan lebih awal, memperkuat batang sehingga tidak mudah rebah, serta meningkatkan serapan N pada awal pertumbuhan. Unsur kalium (K) juga sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman misalnya untuk memacu translokasi karbohidrat dari daun ke organ tanaman (Aguslina, 2004).

Pupuk Organik Cair NASA (Nusantara Subur Alami) merupakan pupuk organik cair yang berasal dari ekstraksi bahan organik limbah ternak dan unggas, limbah tanaman, limbah alam, beberapa jenis tanaman tertentu dan zat-zat alami lainnya. Pupuk ini dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi kekurangan atau kesulitan mendapatkan pupuk kandang, 1 liter POC Nasa sama dengan 1 ton pupuk kandang, sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga kerja. Adapun anjuran pupuk POC Nasa untuk tanaman jagung yaitu berkisar antara 20 – 60 cc/ 10 – 30 L air/ 100 m2. Secara garis besar pupuk NASA mempunyai fungsi utama dan beberapa fungsi sampingan yaitu sebagai pupuk organik, memberikan unsur-unsur hara (terutama mikro) yang diperlukan oleh tanaman.

Selain pemupukan, penggunaan varietas yang tepat akan meningkatkan produksi jagung manis. Varietas merupakan salah satu di antara banyak faktor yang menentukan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain faktor lingkungan, penggunaan varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang sangat penting untuk mencapai produksi yang tinggi. Penggunaan varietas unggul mempunyai kelebihan dibandingkan dengan varietas lokal dalam hal produksi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit, respons pemupukan sehingga produksi yang di peroleh baik kuantitas maupun kualitas dapat meningkat (Soegito dan Adie, 1993).

Benih jagung manis berbeda dengan jagung biasa. Jagung manis mengandung lebih banyak gula dari pada pati sehingga bila kering bijinya keriput. Benih jagung manis sulit diusahakan sendiri mengingat statusnya sebagai jagung hibrida yaitu persilangan antara jagung tipe gigi kuda dengan tipe mutiara yang kemudian melalui pemuliaan tanaman diperoleh jenis yang manis. Dengan demikian proses pengadaan benihnya hanya bisa dilakukan oleh pemulia tanaman. Apabila menggunakan benih yang berasal dari penanaman sebelumnya, mutu dan produksi jagung manis akan berkurang (Purwono, 2007). Beberapa varietas jagung manis yang sudah dilepas dan dibudidayakan saat ini antara lain Bonanza, Cap panah Merah ( Jago F1 ), Si Manis, Manise, Sweet Boy , Jaguar F1, Super Sweet, Bisi Sweet 1 dan lain-lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas jagung manis serta ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis pupuk pada beberapa varietas jagung manis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.

About these ads

10 responses to this post.

  1. kenapa penyakit jagung selalu ada hawar daun
    dan busuk buah

    Reply

  2. Posted by sisil on August 23, 2012 at 1:05 am

    selamat pagi pak. saya ingin bertanya tentang dosis optimum pupuk kotoran ayam petelur untuk tanaman jagung manis berapa ya pak? saya sudah melakukan penelitian tersebut pada lahan yang 75% pasir dan didapatkan hasil 12 ton/ha yang optimum. hanya saja saya melihat dari refrensi yang saya dapatkan, ada yang mengatakan 10 ton/ha dan 20 ton/ha yang baik. jadi ini sedikit membingungkan saya. mohon penjelasannya pak. trma kasih sebelumnya :)

    Reply

  3. Posted by Putra on October 15, 2012 at 3:58 am

    Kak daftar pustakanya mana Kak??

    Reply

  4. Posted by Putra on October 15, 2012 at 4:00 am

    Aq minta daftar pustaka kak Aguslina, 2004 donk…
    plesss…

    Reply

  5. Posted by sonia on May 21, 2013 at 4:07 am

    mohon di sertakan data perbandingannya juga agar lebih jelas..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: