PEMANFAATAN BAKTERI ANTAGONIS SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU (Fusarium oxysporum f.sp. cubense) PADA TANAMAN PISANG

 

Susanna

 

ABSTRACT

Fusarium wilt or panama disease caused by Fusarium oxysporum f.sp. cubense is on of the important disease on banana. Recently there is no such effective methode for controlling the disease. The use of fungicide to control the disease can make new races of the fungal pathogen is very virulent. The use of biocontrol agent such as Pseudomonas fluorescens and Bacillus subtilis is alternative methode to control fusarium wilt. The aim of this experiment was to find out the most effective antagonist bacterial to control fusarium wilt on banana. The study was carried out in Mycology Laboratory of IPB and green house and Phytopathology Laboratory of Balitbio, Bogor from January to October 2001. Six treatments in this experiment were arranged in randomized complete design with 3 replications. The result showed that Pseudomonas fluorescens and Bacillus subtilis were reducing Panama disease fusarium wilt on banana. Both antagonistic bacterials were effective to control fusarium wilt.

Keywords: Banana, Fusarium oxysporum f.sp. cubense, Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis.

PENDAHULUAN

Saat ini, fusarium yang sering disebut penyakit panama disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) sudah menjadi masalah yang utama di berbagai pertanaman pisang dunia. Penyakit tersebut telah meluas baik pada pertanaman pisang perkarangan maupun perkebunan. Kerugian yang diakibatkan oleh patogen tersebut cukup tinggi. Hasil pengamatan Sulyo (1992) di Kabupaten Lebak beribu-ribu tanaman pisang mati akibat terjangkit layu.

Penyakit ini telah menyebar luas di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan (Muharam et al., 1992). Hal ini menunjukkan bahwa penyakit layu fusarium mempunyai potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu kendala yang harus dipertimbangkan dalam rangka pengembangan pisang secara besar-besaran di Indonesia.

Foc merupakan patogen tular tanah (soil borne pathogen) yang bersifat penghuni tanah (soil inhabitant ), memiliki ras fisiologi yang berbeda dan dapat menimbulkan penyakit yang bersifat monosiklik sehingga strategi pengendalian yang efektif hingga kini belum ditemukan. Disamping itu patogen Foc dapat bertahan hidup dalam berbagai jenis tanah untuk puluhan tahun walaupun tanpa tanaman inang.

Beberapa tehnik pengendalian telah dilakukan seperti penggunaan fungisida, kultur tehnis, dan kultivar yang resisten, tetapi masih juga menjadi masalah. Alternatif pengendalian lain yaitu penggunaan mikroorganisme antagonis. Cook & Baker (1983) menyatakan bahwa usaha penanggulangan penyakit tanaman dengan cara biologi mempunyai peluang yang cukup cerah karena organismenya telah tersedia di alam dan aktifitasnya dapat distimulasi dengan modifikasi lingkungan maupun tanaman inang. Mikroba tanah dari kelompok bakteri yang berpotensi menekan patogen tular tanah, diantaranya: Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis. P. Fluorescens dapat mengurangi penyakit layu pada pisang yang ditanam dalam ember plastik pada lahan terbuka dari 93,3 – 20,0% (Djatnika dan Wakiah, 1995). Keanekaragaman mikroorganisme yang antagonis dan kekayaan sumberdaya alam dalam tanah pertanian, sebenarnya menjanjikan peluang yang cukup besar untuk dimanfaatkan dalam pengendalian hayati terhadap penyakit tanaman tanpa merusak lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bakteri antagonis (Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis) dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman pisang.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: