PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN JENIS MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)

Ainun Marliah, Nurhayati, dan Dewi Susilawati

ABSRACT

A study to determine a right concentration of organic fertilizer Super Nasa and type of organic mulches on growth and yield of soybeans has been conducted. The experiment used a factorial randomized complete block design 4 x 3 with 3 replications. Factors studied were concentrations of organic fertilizer Super Nasa, consisting of 4 levels: 0, 5, 10, 15 g/L of water and types of organic mulches, consisting of three levels: printing newspaper, bagasse, and paddy stalk. Results showed that the concentrations of organic fertilizer Super Nasa exerted highly significant effects on dried grain weight per plot netto and dried seed weight per hectare and exerted a significant effect on plant height 45 day after planting, but exerted no significant effect on other variables. The best growth and yield of soybean were found at a concentration of organic fertilizers Super Nasa 10 g/L of water. Types of organic mulches did not affect all variables observed. However, Soybean yield was apparently better at printing newspaper. There was no significant interaction between concentration of organic fertilizer Super Nasa and types of organic mulches on all growth and yield variables observed.

Keywords: organic fertilizer, printing newspaper, bagasse, paddy stalk, soybeans, Super Nasa


PENDAHULUAN

Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu tanaman palawija yang digolongkan ke dalam famili Leguminoceae, sub famili Papilionoideae. Tanaman ini berasal dari kedelai liar China, Manchuria dan Korea. Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan yang semakin penting, bukan hanya menghasilkan sumber pangan yang langsung dapat dikonsumsi, juga sebagai pakan ternak dan bahan baku industri (Suprapto, 1997).

Menurut Suprapto (2002), biji kedelai mengandung zat-zat yang berguna dan senyawa-senyawa tertentu yang sangat dibutuhkan oleh organ tubuh manusia untuk kelangsungan hidupnya, terutama kandungan protein (35%), karbohidrat (35%), dan lemak (15%), air (13%). Bahkan pada varietas-varietas unggul kandungan proteinnya bisa mencapai 41%-50%. Kandungan protein pada kedelai relatif lebih tinggi dibandingkan bahan penghasil protein lainnya.

Hasil kedelai di Indonesia rata-rata masih rendah yaitu antara 0,7 – 1,5 ton/ha dengan budidaya yang intensif hasilnya dapat mencapai 2 – 2,5 ton/ha. Oleh karena itu pengembangan tanaman kedelai pada suatu daerah dengan cara intensif dapat meningkatkan hasil per hektar serta mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan (Sumarno, 1983).

Berbagai cara dapat dilaku-kan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai, di antaranya dengan pemupukan. Dwijoseputro (1988) menyatakan bahwa pemupukan perlu dilakukan untuk menambah unsur hara ke dalam media tanam, karena sesungguhnya tanah mempunyai keterbatasan dalam menyediakan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman, di antaranya adalah penggunaan pupuk organik.

Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan unsur hara yang bervariasi. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan efisiensi pemakaian pupuk anorganik, karena pupuk organik tersebut dapat meningkatkan air dan hara di dalam tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, mempertinggi kadar humus dan memperbaiki struktur tanah (Musnawar,2005).

Super Nasa merupakan salah satu pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan per-tumbuhan dan hasil kedelai. Pupuk organik Super Nasa mempunyai beberapa fungsi utama yaitu dapat mengurangi penggunaan pupuk N, P dan K. Selain itu dapat memperbaiki sifat fisik tanah yaitu memperbaiki tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur, memperbaiki sifat kimia tanah yaitu memberikan semua jenis unsur makro dan mikro lengkap bagi tanah, dan meningkatkan biologi tanah yaitu membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman, dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman, dapat melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman, memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.

Kandungan unsur hara dari pupuk Super Nasa adalah N 2,67%, P2O5 1,36%, K2O 1,55%, Ca 1,46%, S 1,43%, Mg 0,4%, Cl 1,27%, Mn 0,01%, Fe 0,18%, Cu < 1,19 ppm, Zn 0,002%, Na 0,11%, Si ),3%, Al 0,11%, NaCl 2,09%, SO4 4,31%, Lemak 0,07%, Protein 16,67%, Asam-asam organik (Karbohidrat 1.01%, humat 1,29%, Vulvat dan lain-lain) dengan C/N rasio rendah 5,86% dan pH 8. Konsentrasi yang digunakan untuk tanaman pangan dan sayur-sayuran adalah 250-500 g/25-50 liter air1.

Selain pupuk, pemberian mulsa merupakan salah satu komponen penting dalam usaha meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Mulsa adalah bahan atau material yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah atau lahan pertanian dengan maksud dan tujuan tertentu yang prinsipnya adalah untuk meningkatkan produksi tanaman. Penggunaan mulsa dapat memberikan keuntungan antara lain menghemat penggunaan air dengan mengurangi laju evaporasi dari permukaan lahan, memperkecil fluktuasi suhu tanah sehingga menguntungkan pertumbuhan akar dan mikroorganisme tanah, memperkecil laju erosi tanah baik akibat tumbukan butir-butir hujan maupun aliran permukaan dan menghambat laju pertumbuhan gulma (Lakitan, 1995).

Mulsa yang telah umum digunakan dalam budidaya pertanian, dapat berupa mulsa organik maupun mulsa sintetik. Mulsa organik berupa jerami, sekam, alang-alang dan sebagainya, sedangkan mulsa sintetik berupa mulsa plastik. Ketebalan lapisan mulsa organik yang dianjurkan adalah antara 5-10 cm. Mulsa yang terlalu tipis akan kurang efektif dalam mengendalikan gulma. Sedangkan, menurut Tamaluddin (1993), ketebalan mulsa yang diberikan pada permukaan tanah berkisar antara 2-7 cm.

Mulsa organik lebih disukai terutama pada sistem pertanian organik. Pemberian mulsa organik seperti jerami akan memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang baik bagi tanaman karena dapat mengurangi evaporasi, mencegah penyinaran langsung sinar matahari yang berlebihan terhadap tanah serta kelembaban tanah dapat terjaga, sehingga tanaman dapat menyerap air dan unsur hara dengan baik (Subhan dan Sumanna, 1994). Perbedaan penggunaan bahan mulsa akan memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil kedelai. Jenis mulsa organik lain seperti kertas koran, ampas tebu dan jerami sangat mudah didapat dan mudah dalam hal pemasangannya.

Dari uraian di atas belum diketahui dengan pasti berapa konsentrasi pupuk organik Super Nasa dan jenis mulsa organik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil kedelai serta interaksi antara konsentrasi pupuk organik Super Nasa dan jenis mulsa organik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil kedelai, untuk itu perlu dilakukan serangkaian penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik Super Nasa dan jenis mulsa organik yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Selain itu untuk mengetahui nyata tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: